Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Eksplorasi Wisata Desa BMJ Majapahit, Menyatu dengan Alam dan Budaya di Mojokerto

Fadila An Naila • Minggu, 1 September 2024 | 06:22 WIB

Pohon Coklat yang menjadi icon Wisata BMJ Majapahit
Pohon Coklat yang menjadi icon Wisata BMJ Majapahit

RadarMadura.id — Saat kesibukan kota membuat Anda merasa lelah, berlibur ke desa bisa menjadi pilihan ideal untuk menyegarkan pikiran.

Jika Anda mencari suasana yang tenang dan berbagai aktivitas menarik, Wisata Desa BMJ Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur, adalah destinasi yang layak dipertimbangkan.

Menggabungkan pesona alam dan kekayaan budaya, tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari kebanyakan wisata kota.

Menelusuri Sejarah dan Konsep Wisata

Dikenal juga sebagai Wisata Desa Dlanggu, Wisata Desa BMJ Majapahit terletak di Sudirman No.2, Jlaget, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Tempat ini didirikan pada tahun 2002 oleh Ki Mulyono, SH. MM., yang memiliki visi untuk menunjukkan bahwa destinasi wisata tidak harus berada di kota.

Dengan melibatkan masyarakat lokal, Mulyono menciptakan sebuah desa wisata yang memadukan unsur-unsur tradisional dan modern.

Baca Juga: Destinasi Wisata Hits di Jawa Timur yang Wajib Kamu Kunjungi

Daya Tarik Utama dan Aktivitas Menarik

Salah satu daya tarik utama dari wisata ini adalah Arca Agung Mahapatih Gajah Mada, patung setinggi 23 meter yang berdiri megah di gerbang desa. Penghargaan dari Museum Rekor Dunia – Indonesia (Muri) pada April 2021 sebagai patung Gajah Mada tertinggi di Indonesia menambah nilai estetika dan historis tempat ini.

Pembangunan patung ini, yang dimulai pada 2012 dan selesai pada 2018, merupakan hasil dari dana pribadi Mulyono.

Wisata Desa BMJ Majapahit menawarkan keindahan pemandangan sawah hijau yang menyejukkan serta pepohonan cokelat dan jati. Berbagai fasilitas tersedia untuk pengunjung, mulai dari area bermain anak, kolam renang, perahu bebek, hingga kolam ikan yang dapat diberi makan.

Ada juga area outbound dan perkemahan untuk kegiatan luar ruang, homestay, dan panggung untuk acara-acara seperti gathering dan reuni. Untuk kuliner, tersedia warung yang menyajikan makanan khas desa dan toko oleh-oleh dengan produk lokal.

 

Wisata Edukasi dan Budaya

Wisata Desa BMJ Majapahit juga menonjolkan aspek edukasi. Anak-anak dan pelajar dapat belajar tentang pertanian dengan aktivitas menanam padi dan jagung serta beternak kambing dan sapi.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mengeksplorasi situs-situs sejarah dan religi seperti Gapura Wringin Lawang, Candi Brahu, Kolam Segaran, dan Situs Siti Inggil.

Salah satu fitur edukasi yang menarik adalah wisata tanaman kakao. Di sini, pengunjung dapat mempelajari seluruh proses dari menanam, merawat, hingga memanen kakao, serta cara mengolahnya menjadi produk cokelat.

Pabrik pengolahan kakao di area wisata ini memproduksi berbagai macam produk dari makanan hingga sabun herbal, dengan kapasitas produksi mencapai dua ton per hari

Informasi Praktis dan Biaya

Untuk menikmati semua fasilitas dan atraksi di Wisata Desa BMJ Majapahit, Anda akan dikenakan biaya tiket masuk sekitar Rp12.500 untuk anak-anak, Rp14.500 untuk dewasa, dan Rp10.500 untuk tiket langganan. Biaya tambahan berlaku untuk sepeda air (Rp15.000), hand boot (Rp5.000), dan pakan ikan (Rp3.000).

Biaya parkir sepeda motor adalah Rp3.000, mobil dan elf Rp5.000, serta bus Rp10.000. Destinasi ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.30, dengan kunjungan puncak biasanya pada hari Minggu.

Wisata Desa BMJ Majapahit menawarkan perpaduan antara keindahan alam, budaya yang kaya, dan kesempatan edukasi yang bermanfaat. Ini adalah tempat yang ideal untuk beristirahat dari rutinitas harian sambil menikmati pengalaman baru yang menyegarkan. (hasan

 
Editor : Hasan Bashri
#destinasi #wisata #Edukasi #alam #mojokerto