RadarMadura.id— Lembah Harau di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, merupakan destinasi alam yang menawarkan pesona dan ketenangan bagi setiap pengunjung.
Dengan keramahan khas Minangkabau, Lembah Harau selalu siap menyambut siapa saja yang ingin beristirahat dari kesibukan sehari-hari.
Dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi yang menjulang, Lembah Harau bagaikan surga tersembunyi yang memukau hati para pengunjung. Terbentang di antara dua nagari, Nagari Tarantang dan Nagari Harau, lembah ini menyajikan panorama alam yang mengagumkan.
Berjarak sekitar 50 km dari Bukittinggi atau 1,5 jam perjalanan darat dan 18 km dari Payakumbuh, Lembah Harau mudah dijangkau oleh wisatawan.
Perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau di Padang ke Lembah Harau memakan waktu sekitar 3 jam dengan jarak sekitar 100 km.
Sedangkan dari pusat kota Padang, jarak ke Lembah Harau adalah sekitar 138 km, menjadikannya tujuan yang menarik untuk dijelajahi.
Lembah Harau, atau dikenal juga sebagai Ngarai Harau, adalah jurang besar dengan luas sekitar 669 hektar.
Wilayah ini telah ditetapkan sebagai kawasan wisata dan cagar alam, menawarkan pemandangan yang menakjubkan dengan tebing-tebing setinggi 80 hingga 300 meter.
Pemandangan hijau lembah ini selalu berhasil memikat hati setiap pengunjung yang datang.
Tidak hanya tebing-tebing yang megah, Lembah Harau juga dikelilingi oleh beberapa air terjun dan tiga sungai yang menambah keindahan kawasan ini.
Tiga area utama di Lembah Harau, yaitu Resort Aka Barayun, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang, masing-masing menawarkan pengalaman wisata yang unik.
Resort Sarasah Bunta, misalnya, terkenal dengan air terjunnya seperti Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai, dan Sarasah Aie Angek yang memukau dengan keindahannya.
Ada legenda menarik di balik nama Harau. Konon, nama ini berasal dari kata 'parau' yang berarti suara serak.
Penduduk setempat sering mengalami bencana alam seperti banjir dan longsor yang menyebabkan kepanikan, sehingga suara mereka menjadi serak.
Mereka yang bersuara serak kemudian disebut sebagai 'orang parau', dan daerah mereka disebut 'orau' yang kemudian berubah menjadi 'arau' dan akhirnya menjadi 'harau'.
Keindahan alam yang mempesona dan keramahan penduduk setempat membuat Lembah Harau menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
Bagi siapa saja yang ingin menikmati ketenangan dan keindahan alam Indonesia yang masih alami, Lembah Harau adalah pilihan yang sempurna.
Rasakan ketenangan yang luar biasa dan biarkan Lembah Harau menyambut Anda dengan kehangatan khas Minangkabau. (fadila)
Editor : Fadila An Naila