Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Keajaiban Alam di Coban Sriti: Sebuah Mahakarya Air Terjun di Jantung Lumajang

Fadila An Naila • Minggu, 26 Mei 2024 | 18:24 WIB

Air Terjun Coban Sriti, Lumajang
Air Terjun Coban Sriti, Lumajang

RadarMadura.id— Tersembunyi di balik lembah-lembah Pronojiwo, terdapat sebuah permata alam yang mempesona, Coban Sriti.

Air terjun yang berada di ketinggian 120 meter ini merupakan salah satu keajaiban alam yang belum banyak tersentuh oleh tangan-tangan komersial.

Dahulu, Coban Sriti dikenal dengan keunikan air terjun gandanya. Namun, perubahan alam yang ditandai dengan lahar dingin dari Gunung Semeru telah mengubah wajahnya.

Kini, Coban Sriti berdiri sebagai satu air terjun yang megah dengan debit air yang besar dan aliran yang tak terlihat lagi.

Sumber kehidupan air terjun ini berasal dari Sungai Glidik dan Besukbang, yang juga dikenal sebagai Sungai Lengkong.

Kejernihan airnya yang kristal menjadi daya tarik tersendiri, seolah mengundang setiap pengunjung untuk menyelami kedalamannya.

Namun, kekuatan aliran airnya yang dahsyat membuat kolam di bawahnya menjadi zona terlarang untuk berenang.

Coban Sriti, yang juga dikenal dengan nama Coban Wolu, mendapatkan namanya dari Gunung Kukusan Sriti yang berada tepat di kakinya.

Nama Wolu, yang berarti delapan dalam bahasa Jawa, merujuk pada jumlah sungai yang harus diseberangi untuk mencapai air terjun ini.

Tebing-tebing batu yang menjulang tinggi sekitar 150 meter mengelilingi Coban Sriti, menciptakan pemandangan yang gagah dan memukau.

Namun, keindahan ini masih tersembunyi dari banyak mata karena akses yang sulit dan risiko banjir lahar dari Gunung Semeru.

Perjalanan menuju Coban Sriti adalah sebuah petualangan. Jalur tanah yang miring dan jurang yang dalam di sisi jalan menuntut kehati-hatian ekstra dari setiap pelancong.

Namun, untuk memudahkan perjalanan, telah disediakan tali sepanjang jalur dan pagar keamanan dari bambu.

Dari pusat kota Lumajang, pengunjung dapat mengambil rute Jalan Nasional Lumajang – Malang menuju Pronojiwo.

Setelah itu, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit berjalan kaki dari pintu masuk utama untuk menyaksikan keagungan Coban Sriti.

Meskipun belum dikelola secara profesional, Coban Sriti telah ditandai dalam Google Maps, memudahkan pencarian bagi mereka yang ingin menyaksikan keindahan alam ini.

Dengan biaya masuk hanya Rp 5.000, yang sudah termasuk tarif parkir, Coban Sriti menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang datang. (fadila)

 
Editor : Fadila An Naila
#wisata alam #air terjun #Lumajang #coban sriti #destinasi wisata