Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Desa Jatiluwih Destinasi Wisata Bali yang terpilih sebagai salah satu lokasi kunjungan delegasi dari World Water Forum ke-10

Fadila An Naila • Kamis, 9 Mei 2024 | 15:29 WIB

Desa Wisata Jatiluwih
Desa Wisata Jatiluwih

RadarMadura.id—  Desa Jatiluwih yang terletak di pulau Bali, telah terpilih sebagai salah satu lokasi kunjungan delegasi dari World Water Forum ke-10, sebuah forum internasional yang membahas isu-isu terkait udara.

Forum ini akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 25 Mei 2024. Desa ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, namun juga merupakan contoh nyata dari praktik pariwisata berkelanjutan.

Dengan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2012, Jatiluwih menjadi simbol komitmen Indonesia dalam melestarikan budaya dan lingkungan hidup.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan dukungan pemerintah terhadap inisiatif pariwisata berkelanjutan yang diusung oleh desa ini, yang sejalan dengan kebijakan transisi dari pariwisata massal ke pariwisata berkualitas.

Baca Juga: Menjelajahi Beberapa Pulau Menarik di Kepulauan Seribu: Keindahan yang Tersembunyi di Teluk Jakarta

Desa Jatiluwih dikenal dengan sistem subaknya yang unik, sebuah metode irigasi tradisional untuk pertanian padi.

Beras merah yang dihasilkan di sini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Bali.

Inovasi terbaru dari masyarakat setempat adalah pengolahan beras merah menjadi teh, yang tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan seperti penurunan berat badan dan kolesterol, serta kaya akan antioksidan.

Dalam upaya memperkuat perekonomian lokal dan mendukung konsep pariwisata berkelanjutan, pengelolaan lahan pertanian di Jatiluwih akan beralih ke metode pertanian organik, dengan menggunakan pupuk alami seperti kotoran sapi.

Ketut Purna Jhon, Ketua DTW desa wisata Jatiluwih, menyatakan bahwa keberhasilan pariwisata di desa ini bergantung pada partisipasi aktif dari petani lokal.

Baca Juga: Menggali Pesona Desa Wisata Mangunan: Lima Permata Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi

Desa Jatiluwih menawarkan berbagai aktivitas bagi pengunjung, termasuk trekking di sawah bertingkat, bersepeda, demo masak, dan kunjungan ke perkebunan kopi, alpukat, dan durian.

Menjelang kedatangan utusan World Water Forum, desa ini akan didekorasi dengan penjor dan penyambutan tamu dengan Tari Rejang serta musik tumbuk lesung.

Jaje Laklak, kue tradisional yang terbuat dari beras merah, juga akan disajikan sebagai bagian dari pengalaman kuliner.

Selain itu, delegasi akan diajak untuk mengikuti prosesi melukat, sebuah upacara penyucian yang merupakan bagian dari tradisi Hindu di Bali.

Upacara ini bertujuan untuk menyucikan jiwa dan menyegarkan pikiran, dengan menggunakan air suci yang bersumber dari mata air alami.  (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Desa Jatiluwih #bali #World Water Forum ke 10 #wisata bali #World Water Forum #destinasi wisata