RadarMadura.id — Bali, pulau yang dikenal dengan pesonanya yang memukau, menyimpan sebuah rahasia gelap yang mengundang penasaran: Desa Trunyan.
Jangan harap menemukan tradisi pemakaman konvensional di sini.
Desa yang terletak di sebelah Danau Batur ini mempraktikkan ritual yang unik: jenazah diletakkan di atas tanah, bukan dikubur atau dikremasi seperti umumnya.
Keunikan ini berakar pada kepercayaan lokal yang kuat terhadap pohon Taru Menyan, yang diyakini mampu menyerap bau busuk dari jenazah.
Maka tak heran jika pengunjung akan disambut dengan pemandangan yang tak biasa: kurungan bambu yang berisi jenazah-jenazah.
Sensasi mistis dan ketegangan langsung terasa begitu kaki menginjak tanah Desa Trunyan.
Perjalanan menuju ke sini bukanlah perkara mudah. Jalan berkelok-kelok dan terkadang sulit dilewati menambah kesan petualangan.
Namun, bagi mereka yang berani mengeksplorasi kegelapan, Desa Trunyan menawarkan pengalaman yang tidak terlupakan.
Namun, kunjungan ke Desa Trunyan juga harus diiringi dengan penuh hormat terhadap tradisi dan adat setempat.
Menghormati kepercayaan masyarakat adalah sebuah kewajiban, sehingga kunjungan tak menyebabkan ketidaknyamanan atau gesekan dengan penduduk lokal.
Jadi, jika Anda mencari pengalaman liburan yang berbeda dari yang lain, jangan ragu untuk memasukkan Desa Trunyan ke dalam daftar tujuan Anda.
Di tengah misteri dan keindahan Bali, Desa Trunyan menawarkan sebuah perjalanan yang tak terlupakan.
Siapkah Anda menerobos kegelapan? (hasan)
Editor : Hasan Bashri