RadarMadura.id— Di tengah kepopuleran Bali sebagai surga tropis, terdapat sebuah permata yang belum banyak terjamah oleh keramaian wisatawan: Pantai Gunung Payung.
Tersembunyi di balik bukit-bukit hijau Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pantai ini menawarkan ketenangan yang kontras dengan pantai-pantai ramai lainnya di Pulau Dewata.
Perjalanan menuju Pantai Gunung Payung adalah sebuah petualangan tersendiri. Dari Denpasar, pengunjung akan menempuh perjalanan sekitar satu jam, melewati jalan-jalan yang menanjak dan melintasi Universitas Udayana yang prestisius.
Untuk memudahkan perjalanan, penggunaan aplikasi navigasi seperti Google Maps sangat disarankan.
Setibanya di area parkir, pengunjung disambut oleh armada shuttle yang siap mengantarkan mereka ke pantai.
Dengan tarif terjangkau sebesar 15.000 rupiah per orang, shuttle ini menawarkan kemudahan akses bolak-balik dari parkiran ke pantai.
Bagi yang lebih memilih berjalan kaki, persiapkan diri untuk turun melalui jalur setapak yang menawarkan pemandangan alam yang memukau, termasuk panggung pertunjukkan tari kecak yang ikonik.
Di pantai, pengunjung dapat menyewa kano untuk menjelajahi perairan biru yang tenang.
Namun, perlu diingat bahwa ombak di Pantai Gunung Payung terkadang bisa cukup kuat, sehingga kehati-hatian adalah kunci.
Pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih menjadi latar sempurna untuk berfoto atau sekadar bersantai di bawah sinar matahari tropis.
Pantai Gunung Payung buka setiap hari, dengan jam operasional yang berbeda pada hari kerja dan akhir pekan.
Pada hari Senin hingga Jumat, pantai ini buka dari jam 11 siang hingga 6 sore, sementara pada Sabtu dan Minggu, pengunjung dapat menikmati keindahannya dari jam 7 pagi hingga 6 sore. Jadi, apakah Anda siap untuk menjelajahi keindahan tersembunyi ini di Bali? (fadila)