RadarMadura.id – Tradisi menyambut hari ke-7 setelah Lebaran memegang makna penting dalam budaya Indonesia, yang tak lepas dari kehadiran hidangan khas, yaitu ketupat.
Pada hari ke-7 setelah Lebaran, ketupat menjadi identik karena tradisi masyarakat Indonesia yang menyajikan ketupat sebagai salah satu hidangan khas dalam perayaan Idul Fitri.
Hari ke-7 setelah Lebaran, atau yang dikenal sebagai “Lebaran Ketupat” diwarnai dengan kebersamaan keluarga dan kerabat.
Ketupat merupakan simbol kebersamaan, kerukunan, dan berkah dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.
Ketupat, sejenis makanan yang terbuat dari beras yang dikemas dalam anyaman janur kelapa, menjadi menu wajib yang menghiasi meja makan.
Namun, lebih dari sekadar makanan, ketupat memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Ketupat bukanlah sekadar hidangan, melainkan simbol kebersamaan, kerukunan, dan keberkahan.
Proses pembuatannya yang memakan waktu dan kesabaran mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, kerja keras, dan kebersamaan.
Setiap ikatan anyaman pada ketupat juga melambangkan kerukunan dan keharmonisan antar sesama manusia. Selain itu, ketupat juga memiliki makna religius yang dalam.
Sebagai makanan khas Lebaran, ketupat juga memiliki nilai simbolis sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT selama bulan Ramadan.
Proses puasa yang telah dilalui umat Muslim menjadi momentum untuk menghargai nikmat Allah dengan menyantap hidangan sederhana namun penuh makna ini.
Tradisi menyajikan ketupat pada hari ke-7 setelah Lebaran juga menjadi wujud dari kekayaan budaya Indonesia.
Setiap daerah memiliki cara dan varian ketupat yang khas, mulai dari bentuk hingga bumbu yang digunakan.
Ini menunjukkan keberagaman budaya di Indonesia yang tetap terjaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.
Dalam kesederhanaannya, ketupat mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat yang kita miliki dan untuk senantiasa menjaga persaudaraan serta kebersamaan.
Sehingga, pada hari ke-7 setelah Lebaran, lebih dari sekadar mengisi perut, kita juga mengisi hati dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita. (bee)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia