Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Wisata Mangrove Kedatim Sumenep Bertujuan untuk Pelestarian Lingkungan

Berta SL Danafia • Selasa, 16 April 2024 | 14:35 WIB
EKSOTIS: Suasana Ekowisata Mangrove Kedatim di Kecamatan Saronggi, Sumenep, menawan hati pengunjung. (AJI SUHARTO UNTUK JPRM)
EKSOTIS: Suasana Ekowisata Mangrove Kedatim di Kecamatan Saronggi, Sumenep, menawan hati pengunjung. (AJI SUHARTO UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Destinasi wisata di Kabupaten Sumenep cukup banyak. Terutama wisata alam.

Mulai dari pantai, perbukitan hingga destinasi ekowisata mangrove. Salah satunya yakni wisata mangrove di Desa Kebundadap Timur (Kedatim), Kecamatan Saronggi.

Objek wisata yang didirikan pada 2021 tersebut sangat disukai muda mudi. Apalagi, bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran alam.

Objek wisata tersebut dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pasopati.

Aji Suharto, salah satu pengelola objek Ekowisata Mangrove Kedatim mengatakan, penyertaan modal yang diterima dari desa kali pertama sebesar Rp 500 juta.

Anggaran itu dipakai untuk membangun fasilitas dan sebagainya.

”Dana pertama memang dari desa. Itu dipakai untuk pengadaan fasilitas dan membangun spot-spot terbaik,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

SEGAR: Tampak pemuda menikmati keindahan Ekowisata Mangrove Kedatim di Kecamatan Saronggi, Sumenep. (AJI SUHARTO UNTUK JPRM)
SEGAR: Tampak pemuda menikmati keindahan Ekowisata Mangrove Kedatim di Kecamatan Saronggi, Sumenep. (AJI SUHARTO UNTUK JPRM)

Sejak saat itu, pengelolaan wisata mangrove yang berawal dari konservasi lingkungan tersebut mulai diseriusi.

Saat ini, tidak kurang dari 22 jenis mangrove yang ditanam dan tumbuh di kawasan wisata Mangrove Kedatim.

Sedangkan luas lahannya lebih kurang 8 hektare. Saat datang berkunjung, pengunjung akan dimanjakan dengan beragam pemandangan yang eksotis dan natural.

”Kalau mangrove-nya ada 22 jenis. Tapi, saya tidak hafal nama-namanya. Yang jelas itu yang saya ketahui,” ucapnya.

Dia menyatakan, Ekowisata Mangrove Kedatim dibangun tidak hanya sekadar untuk pengembangan pariwisata. Namun, juga untuk melestarikan lingkungan.

”Terutama hutan bakau yang sangat dibutuhkan oleh kawasan pesisir untuk pencegahan dari abrasi dan lain sebagainya,” pungkasnya. (di/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#wisata #mangrove