SUMENEP, RadarMadura.id – Keberadaan Ekowisata Mangrove Kebundadap Timur (Kedatim) mendapat respons positif. Bahkan, apresiasi tinggi.
Hal itu terbukti melalui penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tahun 2022.
”Iya, kami mendapat penghargaan. Kami dinobatkan sebagai salah satu dari 10 tempat wisata favorit. Kalau saya tidak keliru, waktu itu ada 1.400-an desa wisata yang terdaftar,” kata Aji Suharto kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Aji menuturkan, penghargaan itu menjadi motivasi besar. Bahkan, menjadi contoh pengelolaan desa wisata di Kabupaten Sumenep.
Sebab, dengan adanya desa wisata itu dapat meningkatkan kemajuan perekonomian desa, terutama perekonomian masyarakat.
”Kami bangga. Bahkan, semangat kami mulai meningkat. Apa yang kami lakukan selama ini membangun desa wisata berbuah manis,” ujarnya.
Aji menjelaskan, untuk saat ini Ekowisata Mangrove Kedatim sedang dalam tahap perbaikan. Itu dalam rangka menyambut libur Idul Fitri dan Lebaran Ketupat.
Dia optimistis, minat masyarakat terhadap Ekowisata Mangrove Kedatim akan terus meningkat.
”Kami melakukan perbaikan fasilitas sesuai kemampuan. Pemeliharaan dan pelestarian itu penting untuk menjaga eksistensi tempat wisata yang kami kelola,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi pengelolaan Ekowisata Mangrove Kedatim.
Dia berharap bisa menjadi contoh bagi BUMDes yang lain agar sama-sama memiliki perhatian lebih terhadap pengembangan desa wisata di Kabupaten Sumenep.
”Saya sangat apresiatif. Apalagi dua tahun lalu sudah mendapat penghargaan. Saya berharap ke depan bisa semakin maju. Sehingga, berdampak pada pengembangan desa wisata di Sumenep,” tandasnya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia