PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tidak dipungkiri makanan berlemak dan berat sudah menjadi menu favorit saat Idul Fitri.
Mayoritas setelah Lebaran usai masyarakat Madura, khususnya Pamekasan, mencari kuliner berjenis rujak. Rujak kelang salah satu pilihannya.
Rujak kelang sejak kemunculannya di sekitar 2008 dan viral sekitar 2016 kini menjadi makanan khas Pamekasan. Perpaduan antara air rebusan ikan mangla, petis Madura, dan cabai rawit ini menciptakan rasa yang gurih dan tergolong pedas.
”Rujak kelang ini jenis makanan ringan yang diganderungi beberapa kawula muda Madura, khususnya Pamekasan,” ucap Nita, warga Desa Panempan, Pamekasan.
Untuk membuat rujak kelang dibutuhkan beberapa bahan dapur yang tidak sulit.
Yakni, petis Madura, air rebusan ikan manglah, garam, dan micin, ikan manglah, beberapa jenis gorengan, buah-buahan, dan rumput laut untuk toping.
Langkah pertama, ulek cabai yang sudah diberi garam dan micin. Setelah halus, tuang 2 sdm petis. Lalu, campur dengan cara diulek. Tuang sedikit demi sedikit air rebusan ikan mangla.
Langkah selanjutnya, siapkan satu ekor ikan manglah, buah-buahan yang meliputi kedongdong, balungka’, rumput laut, tahu goreng, sewel goreng, dan ote-ote. Rujak kelang siap dihidangkan sembari menikmati suasana Hari Raya Idul Fitri.
Nita mengatakan, rujak ini memiliki citarasa gurih dari air rebusan ikan mangla. Rasa segar dari ikan yang baru ditangkap dan juga buah-buahan pada rujak tersebut sungguh menggugah selera. (ail/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta