Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Situ Wanayasa: Oase Ketenangan di Kaki Gunung Burangrang

Fadila An Naila • Sabtu, 16 Maret 2024 | 00:10 WIB

Situ Wanayasa
Situ Wanayasa

RadarMadura.id — Hanya berjarak singkat dari hiruk-pikuk kota Purwakarta, Situ Wanayasa menawarkan sebuah pelarian yang sempurna bagi pencinta alam dan petualang.

Di sini, pengunjung dapat menyatu dengan keajaiban alam yang tak tersentuh, berlatar panorama Gunung Burangrang yang gagah.

Tersembunyi di balik lembah Desa Wanasari, Situ Wanayasa adalah oasis yang menjanjikan kedamaian dengan udara pegunungan yang menyegarkan.

Danau yang terhampar seluas 7 hektar ini bukan hanya surga bagi para pemancing dengan kekayaan ikan yang melimpah, tetapi juga bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah pemandangan alam yang menakjubkan.

Tidak hanya keindahan alam, Situ Wanayasa juga merangkum cerita sejarah. Di tengah danau, terdapat pulau kecil yang menjadi tempat peristirahatan terakhir RA.

Suriawinata, tokoh penting dalam sejarah Purwakarta. Makam ini tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik danau ini.

Ketika matahari mulai tenggelam, danau ini berubah menjadi kanvas yang memantulkan warna-warni senja, dengan jembatan bambu yang menjadi spot favorit bagi para fotografer.

Bagi keluarga, ada perahu bebek yang siap mengajak berkeliling danau, menambah keseruan hari.

Dan setelah puas menjelajah, pengunjung dapat menikmati aneka kuliner lokal yang lezat di rumah makan dan kedai kopi yang berjejer di sekitar danau.

Semua ini bisa dinikmati dengan tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp5000 per orang, membuat Situ Wanayasa menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang berada di Purwakarta.

Dengan segala pesonanya, Situ Wanayasa tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga simbol keharmonisan antara alam dan sejarah, yang menanti untuk ditemukan dan dihargai. (fadila)

Editor : Ina Herdiyana
#purwakarta #Gunung Burangrang #wisata alam #Situ Wanayasa