RadarMadura.id - Boyolali memang surganya alam yang memikat. Di antara pesonanya, ada satu tempat yang mencuri perhatian di Desa Genting, Kecamatan Cepogo: Lembah Manah Kopi.
Meski baru membuka pintunya pada 17 September 2023, Lembah Manah Kopi telah menjadi destinasi favorit para pengunjung dari berbagai kalangan.
Mengapa? Karena tempat ini tidak sekadar tempat menyeduh kopi, tetapi juga tempat yang sempurna untuk bersantai, menikmati suasana alam yang memesona, atau bahkan sekadar mengabadikan momen-momen indah.
Dengan panorama yang memukau, terutama dengan latar belakang tiga gunung - Merapi, Merbabu, dan Lawu - kafe ini menyuguhkan desain bangunan yang memadukan gaya industrial dengan sentuhan ornamen Jawa.
Tak hanya memikat mata, Lembah Manah Kopi juga menggoda lidah dengan menu kopi yang lengkap dan lezat.
Namun, kafe ini tak hanya menawarkan keindahan visual dan cita rasa yang memikat.
Fasilitas yang lengkap juga disediakan untuk kenyamanan pengunjungnya.
Mulai dari area parkir yang luas, spot foto yang instagramable, hingga fasilitas seperti musala, toilet bersih, dan stop kontak di setiap meja.
Bagi yang ingin tetap terhubung dengan dunia maya, WiFi juga tersedia untuk memastikan pengalaman bersantai tetap terjaga.
Tak hanya itu, Lembah Manah Kopi juga menawarkan ruang indoor dan outdoor yang nyaman, serta area khusus untuk acara-acara spesial.
Dengan semua fasilitas ini, kafe ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 21.00, siap menyambut para pengunjung yang ingin menikmati secangkir kopi atau sekadar bersantai menikmati keindahan alam.
Berlokasi hanya enam menit dari destinasi populer lainnya, Cepogo Cheese Park, Lembah Manah Kopi mudah dijangkau.
Anda bisa menemukannya di Dukuh Sembung, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Jika bingung, Google Maps siap membantu Anda menemukan jalannya.
Jadi, jika Anda berkesempatan mengunjungi Boyolali, pastikan untuk mampir ke Lembah Manah Kopi.
Di sini, tidak hanya kopi yang menggoda, tetapi juga janji akan kenangan-kenangan indah yang tak akan terlupakan.(yos)
Editor : Amin Basiri