RadarMadura.id — Salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, adalah Air Terjun Luweng Sampang.
Air terjun ini memiliki nama yang berasal dari bahasa Jawa, yaitu Luweng yang artinya Lubang dan Sampang yang merupakan nama desa tempat air terjun ini berada.
Air terjun ini juga memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari air terjun lainnya.
Air Terjun Luweng Sampang memiliki aliran air yang terjun di antara dua dinding batu yang berwarna cokelat kemerahan. Batu-batu ini memiliki tekstur yang bergaris-garis karena terkikis oleh air sungai selama ribuan tahun.
Air terjun ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 5 meter dengan lebar 1,5 meter. Airnya pun tidak terlalu dalam, sehingga pengunjung bisa bermain air atau berenang dengan nyaman.
Keindahan Air Terjun Luweng Sampang baru akan terlihat ketika pengunjung turun ke bawah air terjun.
Dari atas, air terjun ini tampak biasa saja. Namun, ketika pengunjung melihat dari bawah, mereka akan terpesona dengan pemandangan alam yang luar biasa.
Batu-batu di sisi kanan dan kiri air terjun tampak seperti ukiran alami yang indah. Air terjun ini juga memiliki banyak anak air terjun yang berukuran kecil di sekitarnya.
Air Terjun Luweng Sampang memiliki debit air yang bervariasi tergantung musim. Ketika musim hujan, air terjun ini akan tampak lebih deras dan sungainya lebih melimpah.
Namun, ketika musim kemarau, air terjun ini akan tampak lebih kecil dan sungainya lebih sedikit. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun ini adalah ketika musim hujan.
Selain keindahan alamnya, Air Terjun Luweng Sampang juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan Sunan Kalijaga, salah satu dari sembilan wali songo yang menyebarkan Islam di Jawa.
Di balik air terjun yang deras, terdapat sebuah terowongan kecil yang konon menjadi tempat Sunan Kalijaga melakukan pertapaan di sungai.
Hingga kini, terowongan ini masih sering digunakan oleh orang-orang yang ingin bertapa di hari-hari tertentu, seperti malam Jumat kliwon atau malam Selasa kliwon.
Meskipun menjadi tempat bertapa, Air Terjun Luweng Sampang tidak menimbulkan kesan angker atau menyeramkan. Justru sebaliknya, air terjun ini menawarkan suasana yang tenang dan sejuk, dengan suara gemericik air yang menenangkan.
Air terjun ini juga selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan atau hari libur nasional. (fadila)
Baca Juga: Liburan Seru di Pink Beach Lombok, Pantai Berpasir Merah Muda dengan Lima Spot Wisata yang Memukau