Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Misteri Akhir Hayat Raja Brawijaya V di Pantai Ngobaran

Ina Herdiyana • Sabtu, 13 Januari 2024 | 02:24 WIB
Pantai Ngobaran dipercaya menjadi tempat Raja Brawijaya V membakar dirinya sendiri. (@voilajogja UNTUK RadarMadura.id)
Pantai Ngobaran dipercaya menjadi tempat Raja Brawijaya V membakar dirinya sendiri. (@voilajogja UNTUK RadarMadura.id)

RadarMadura.id – Pantai Ngobaran, salah satu destinasi wisata di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, menyimpan cerita sejarah yang tragis.

Pantai ini diyakini menjadi lokasi terakhir Raja Brawijaya V, raja Kerajaan Majapahit yang membakar dirinya sendiri.

Raja Brawijaya V adalah raja leluhur Mataram yang nasibnya masih menjadi teka-teki. Ada tiga versi yang beredar tentang bagaimana ia mengakhiri hidupnya.

Versi pertama menyebutkan bahwa ia bertemu dengan Sunan Kalijaga sebelum meninggal dan dimakamkan di Trowulan.

Versi kedua menyatakan bahwa ia mencapai moksa di Gunung Lawu. Versi ketiga mengisahkan bahwa ia melakukan pati obong di Pantai Ngobaran, Gunung Kidul.

Para ahli sejarah masih berdebat tentang kebenaran dari ketiga versi tersebut. Namun, inilah kisah yang terkait dengan Pantai Ngobaran.

Menurut laman Direktori Pariwisata Indonesia, Raja Brawijaya V melarikan diri dari Majapahit ke Pantai Ngobaran di Gunung Kidul.

Ia tidak mau berperang melawan putranya sendiri, Raden Patah. Ia ditemani oleh dua istrinya, Bondan Surati dan Dewi Lowati. Namun, Raden Patah berhasil mengejarnya sampai ke pantai itu.

Tidak ada jalan keluar, Raja Brawijaya V memilih untuk membakar dirinya sendiri. Ada sumber yang menyebutkan bahwa ia juga membakar salah satu istrinya.

Laman Visiting Jogja yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Jogjakarta menyebutkan bahwa pati obong itu terjadi di tempat yang sekarang menjadi Pura Segawa Wukir.

Namun, ada tulisan dalam Jurnal Humaniora yang berjudul "Pandangan Masyarakat Gunung Kidul terhadap Pelarian Majapahit Sebagai Leluhurnya (Kajian atas Data Arkeologi dan Antropologi) oleh Andi Putranto, yang menyatakan bahwa Raja Brawijaya V sebenarnya moksa di tempat lain.

Pati obong di pantai itu hanyalah tipu muslihatnya untuk menghilang. Setelah mengelabui Pasukan Demak, Raja Brawijaya V pergi ke Gua Langse dan moksa di sana.

Nama "Ngobaran" berasal dari api yang ia gunakan untuk membakar dirinya. (fadila)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#Raja Brawijaya V #gunung kidul #jogjakarta #Gua Langse #mataram #Pantai Ngobaran