Inung pantang mengabaikan amanah. Dia selalu siap melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab. Termasuk apabila ditetapkan sebagai sekretaris kabupaten (Sekkab) Sumenep.
Chainur Rasyid lahir di Sumenep 13 November 1969. Pria yang akrab disapa Inung itu menamatkan pendidikan dasar di SDN Karangduak 1 pada 1983. Kemudian, melanjutkan ke SMPN 1 Sumenep hingga lulus 1986.
Sementara jenjang SLTA dia tamatkan di SMAN 1 Sumenep. Setelah lulus 1989, Inung melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Merdeka Malang hingga 1994. Program pascasarjana juga diselesaikan di Universitas Merdeka Malang pada 2001.
Kariernya sebagai pegawai dimulai pada pengangkatan CPNS 1 Maret 1995 yang dilanjut pada pengangkatan PNS 1 Maret 1995.
Kemudian, dia menjabat sebagai Kasubbag Pelaporan Bagian Penyusunan Program Setkab akhir Desember 1997.
Lalu, Kasubbag evaluasi dan pelaporan bagian program pembangunan setkab 2001, Kasubbag program pembangunan fisik bagian program pembangunan setkab 2005, serta Kasubbag program pembangunan bagian administrasi pembangunan setkab 2006.
Setelah itu, menjadi Kabid pengembangan kelembagaan dan kemitraan dinas PU pengairan 2007, Kabid bina manfaat dinas PU pengairan 2009, serta Kabag kesejahteraan masyarakat setkab 2011.
Kemudian menjadi Kabag umum setkab 2014, Kepala dinas PU sumber daya air 2019, serta Kepala dinas koperasi UMKM dan perindag 2021. Sejak 2924 Inung diberi amanah memimpin dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP).
Setiap jabatan yang dia emban dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dia dedikasikan dirinya untuk mengabdi dengan sepenuh hati.
Termasuk saat menakhodai DKPP. Berbagai program dilaksanakan untuk memajukan sektor pertanian. ”Jabatan itu amanah. Karena itu, harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin,” katanya.
Selain menempuh pendidikan, Inung juga aktif mengikuti pelatihan atau kursus. Seperti penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) bagi pegawai RI pejabat eselon V pada 1998. Selain itu, Diklat Administrasi Umum (Diklat Adum) Departemen Dalam Negeri Angkatan 561 pada 1999.
Lalu, Diklat dan Bimtek Perencanaan Program Anggaran Daerah 2002, dan Bimtek Pengembangan Program Budaya Kerja. Serta, Workshop Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2003.
Warga Jalan Letnan Merta 16, Kelurahan Karangduak, Sumenep, itu mengikuti Pembekalan Teknis Sistem Manajemen Pinjaman Daerah (SMPD) Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri, Jakarta.
Pada Desember 2003, suami Nur Putria Qadarsih itu mengikuti Diklat English for Basic Conversation Angkatan I.
Selanjutnya, mengikuti Sosialisasi dan Workshop Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13/2006 pada Agustus 2006, serta Diklat Kepemimpinan Tingkat (Diklatpim) III Angkatan 108.
Kemudian, mengikuti Sosialisasi Pelatihan Water Resources and Irrigation Sector Management Project (WISMP), Irrigation Management Reform Implementation (IMRI) 2008; Pelatihan Manajemen Persuratan secara Elektronik 2015; serta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IV Tahun 2022.
Ayah empat buah hati itu pernah mendapat Lencana Pancawarsa dari Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep. Selain itu, dia mendapat penghargaan Masa Bakti Karya Satya dari bupati Sumenep.
”Penghargaan itu ibarat bonus atas usaha yang telah dilakukan. Yang terpenting adalah selalu berusaha lebih baik dan melaksanakan tugas dengan semaksimal mungkin,” terangnya. (luq/jup)
Editor : Amin Basiri