Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Empat Pelajar Berkebutuhan Khusus Raih Penghargaan Tingkat Regional, Keterbatasan Bukan Hambatan, Selagi Mau Berlatih, Pasti Bisa

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 29 Mei 2025 | 06:25 WIB
GENERASI EMAS: Kacabdindik Jatim Wilayah Bangkalan Pinky Hidayati selfie dengan murid berkebutuhan khusus yang meraih penghargaan tingkat provinsi di SLB Samudra Lavender kemarin. (JUPRI/JPRM)
GENERASI EMAS: Kacabdindik Jatim Wilayah Bangkalan Pinky Hidayati selfie dengan murid berkebutuhan khusus yang meraih penghargaan tingkat provinsi di SLB Samudra Lavender kemarin. (JUPRI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Belasan kendaraan roda dua terparkir rapi di halaman SLB Samudra Lavender Bangkalan yang terletak di Jalan Halim Perdanakusuma tersebut kemarin (28/5). Empat pelajar berkebutuhan khusus itu ditemani gurunya duduk di kursi yang ada di teras sekolah.

Mereka menghadap ke jalan raya yang ramai lancar. Saat pukul 10.19,  kendaraan multi purpose vehicle (MPV) berhenti di depan sekolah. Sosok yang keluar dari mobil warna hitam tersebut ternyata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan Pingky Hidayati.

Kedatangan perempuan berhijab tersebut untuk mengucapkan selamat kepada empat pelajar berkebutuhan khusus yang meraih prestasi tingkat provinsi. Mereka adalah Moh. Lutfi Fathorrohman, Riski Kiara Andini, Ach. Fathul Bary, serta Amanda Nur Fajrina.

Prestasi yang berhasil diraih Moh. Lutfi Fathorrohman adalah juara harapan 1 lomba menyanyi solo. Sedangkan Riski Kiara Andini juara 2 lomba melukis, dan Ach. Fathul Bary juara 1 lomba pantomim.

Prestasi yang diraih ketiganya berasal dari kejuaraan yang sama. Yakni, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Sedangkan Amanda Nur Fajrina keluar sebagai juara satu lomba merangkai bunga dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas 2025.

Pinky mengaku sangat bersyukur dan bangga atas keberhasilan kontingen Bangkalan yang mampu membawa pulang empat trofi penghargaan dari kejuaraan tingkat regional. Yakni, FLS3N dan LKS Disabilitas 2025. ”Bagi yang meraih juara satu, secara otomatis akan mewakili Jatim dalam kejuaraan FLS3N dan LKS Disabilitas di tingkat nasional,” ujarnya.

Empat murid berprestasi itu patut diacungi jempol. Sebab, di tengah keterbatasan fisik, mereka mampu mengharumkan nama Kabupaten Bangkalan di tingkat provinsi. Dia berharap prestasi tersebut bisa menggugah semangat murid lainnya dalam belajar dan mengasah skill.

”Bagi pelajar lain yang lebih beruntung dibandingkan mereka (berempat) harus lebih semangat  lagi, jangan menyia-nyiakan anugerah dari Tuhan Yang Makakuasa,” imbuhnya.

Kepala SLB Samudra Lavender Moh. Supriyadi menyatakan, tiga dari empat murid yang berprestasi di tingkat regional merupakan muridnya. Ketiganya adalah Moh. Lutfi Fathorrohman, Riski Kiara Andini, dan Ach. Fathul Bary.

Sementara Amanda Nur Fajrina tercatat sebagai murid SLB PGRI Kamal. Lomba yang mereka ikuti merupakan kejuaraan berjenjang yang dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Prestasi yang diraih tidak lepas dari persiapan matang yang dilaksanakan sebelum tampil. Mulai dari latihan rutin hingga penguatan mental.

”Kita melakukan persiapan cukup lama, kami yakin latihan dan usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya.

Ach. Fathul Bary menjadi satu-satunya SLB Samudra Lavender yang akan melaju ke tingkat nasional. Kemudian juga ada nama Amanda Nur Fajrina dari SLB PGRI Kamal yang akan mewakili Provinsi Jatim.

Adi mengaku tidak tahu secara pasti kapan FLS3N dan LKS Disabilitas tingkat nasional akan dilaksanakan. Dia masih menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim. Tetapi, yang terpenting, muridnya harus tetap melakukan latihan. Apalagi kejuaraan yang akan diikuti siswanya yaitu lomba pantomim.

”Pantomim berkaitan dengan gerakan, kalau tidak latihan secara konsisten, maka gerakannya bisa kaku,” sambungnya.

Adi menambahkan, Ach. Fathul Bary merupakan tunarungu. Meski keterbatasan pendengaran, dia bisa menampilkan pertunjukan seni gerakan sesuai dengan suara musik. Semua itu tidak lepas dari latihan rutin yang selama ini dia lakukan. ”Keterbatasan bukan hambatan, selagi mau berlatih, pasti bisa,” katanya. (jup/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#SLB Samudra Lavender Bangkalan #juara #FLS3N #LKS disabilitas #keterbatasan #SLB PGRI Kamal #penghargaan #regional #kacabdindik #berkebutuhan khusus