BANGKALAN, RadarMadura.id – Suasana Jembatan Serpang tiba-tiba ramai Minggu (26/5). Mereka melakukan aksi pungut sampah yang berserakan di sekitar jembatan.
Total sekitar seratus orang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kontainer sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan sudah terparkir di sisi jembatan.
Mereka yang ikut aksi ini berasal dari sejumlah komunitas lingkungan. Di antaranya, MPA Kangupala Ngudia Husada Madura dan Pencinta Alam, Ekologi, dan Kepramukaan (Palaekopra) SMA Negeri 1 Bangkalan.
Babinsa dan bhabinkamtibmas dari Desa Sabiyan dan Desa Gebang juga turun dalam kegiatan sosial tersebut.
Pengurus Inisiatif Bangkalan Ardhan Izzanul menyampaikan, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih rendah.
Masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk keberlanjutan hidup.
Sebagai contoh, di area Jembatan Serpang yang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat di sekitar Desa Sabiyan dan Desa Gebang.
Kebiasaan buruk ini tidak hanya mencemari air, tetapi juga berdampak negatif pada ekosistem dan kesehatan.
Ardhan mengatakan, komunitasnya tergerak melakukan aksi pungut sampah untuk mengedukasi warga agar lebih peduli terhadap lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan.
Sampah yang dipungut dari Jembatan Serpang didominasi popok bayi. Sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai lima ton.
”Kami hanya berupaya mengajak dan mengedukasi, sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan,” katanya.
Menurut Ardhan, masalah sampah tidak bisa dianggap sepele. Sebab, penanganan sampah yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
Kesadaran dan partisipasi semua pihak sangat penting dalam pengelolaan sampah yang baik.
”Pendidikan sadar sampah penting dimulai dari rumah atau sekolah. Anak-anak harus diperkenalkan terhadap pentingnya menjaga alam sejak dini,” ujarnya.
Ardhan mengungkapkan, aksi pungut sampah tersebut menarget partisipasi anak muda.
Agar, dapat memutus mata rantai pembuangan sampah sembarangan. Sebab, mereka lebih terbuka wawasannya dalam menerima pengetahuan terkait sampah.
”Mudah-mudahan membuang sampah pada tempatnya bisa jadi habit atau kebiasaan bagi anak-anak muda di Bangkalan,” harapnya.
Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut juga mendorong agar pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam mengatasi masalah sampah di Jembatan Serpang tersebut.
”Jika sampah dibuang ke sungai, airnya bisa tercemar. Jika sudah tercemar, dampaknya akan sangat merugikan kita sendiri,” tukasnya. (c3/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti