Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Fadya Izzaty Faiqotuzzihny, Siswa Terfavorit 2024, Penyuka Fotografi yang Sempat Di-Bully Hanya karena Berprestasi

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 16 Mei 2024 | 15:25 WIB
SEGUDANG PRESTASI: Fadya Izzaty Faiqotuzzihny menunjukkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih di rumahnya di Kelurahan Demangan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, Rabu (15/5). (AYU LATIFAH/JPRM)
SEGUDANG PRESTASI: Fadya Izzaty Faiqotuzzihny menunjukkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih di rumahnya di Kelurahan Demangan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, Rabu (15/5). (AYU LATIFAH/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Malam penganugerahan Pendidikan Awards 2024 yang terangkum dalam Gebyar Inovasi dan Expo Pendidikan akan dikenang masyarakat.

Selain spektakuler, malam itu menjadi momen bersejarah bagi para pemenang nominasi. Salah satunya juara 1 Siswa Terfavorit se-Kabupaten Bangkalan.

Perempuan yang akrab disapa Dea tersebut tidak menyangka bakal menjadi juara.

Saat ditemui koran ini, muka Dea tampak berseri-seri saat menjelaskan bagaimana dirinya bisa masuk nominasi siswa favorit.

”Kali pertama tahu masuk nominasi dari tante saya. Bahkan, saya juga tidak tahu siapa yang mengusulkan. Cuma, saya dikabari kepala sekolah, guru BK, dan teman-teman. Kepala sekolah dan guru BK minta teman-teman untuk mendukung saya,” katanya.

Prestasi akademik yang ditoreh Dea tidak sedikit. Bahkan, sejak duduk di bangku SD hingga SMA, sukses membukukan sejumlah prestasi.

Dea juga tidak pernah absen ranking 1 hingga mendapatkan juara tingkat nasional (lihat grafis). ”Baik prestasi akademik maupun nonakademik,” ulasnya.

Photo
Photo

Segudang prestasi tersebut disabet dengan penuh perjuangan. Anehnya, dia pernah di-bully karena selalu unggul.

”Waktu SD misalnya, karena selalu peringkat 1, saya dikira bayar. Kesalahpahaman teman-teman terjawab setelah saya lulus dua tahun di pondok,” tutur alumnus MTs Amanatul Ummah, Pacet, tersebut.

Dea juga pernah mengalami ujian yang cukup berat. Yakni, harus ditinggal abahnya saat masih berproses di pesantren.

Tepatnya, saat dirinya mendapatkan golden ticket untuk menempuh studi di madrasah bertaraf internasional (MBI) di Amanatul Ummah.

”Sebenarnya saya sudah masuk di MBI, tapi hanya enam bulan. Saat itu saya merasa tidak semangat lagi sepeninggal abah. Karena itu, saya memilih melanjutkan studi di sini (SMAN 2 Bangkalan),” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu dalam berproses, akhirnya Dea memiliki passion di bidang nonakademik.

Itu setelah dirinya mengikuti sejumlah lomba fotografi dan berhasil menyandang predikat juara.

”Sekarang saya sedang mencoba meneruskan passion saya dalam jurusan ilmu komunikasi,” ungkapnya.

Perempuan yang hobi membaca tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya.

PENGANUGERAHAN: Kepala Dispendukcapil Bangkalan Zakariya menyerahkan penghargaan kepada Fadya Izzaty Faiqotuzzihny pada Sabtu (4/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
PENGANUGERAHAN: Kepala Dispendukcapil Bangkalan Zakariya menyerahkan penghargaan kepada Fadya Izzaty Faiqotuzzihny pada Sabtu (4/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

Baik keluarga, teman, guru dan yang lain, hingga dinobatkan menjadi siswa terfavorit. Dia komitmen akan berproses lebih baik lagi.

”Mendapatkan anugerah dalam ajang pendidikan awards ini pertama bagi saya,” katanya.

Sementara itu, ibunda Dea, yaitu Ekayanti Indriana Ningsih, menyampaikan, Dea adalah anak yang rajin dan punya mental kuat.

Sejak TK sudah berani tampil di depan khalayak. ”Saya bersyukur Dea terpilih sebagai siswa terfavorit. Sebagai orang tua, saya akan terus mendukung dia,” tegasnya.

Sambil menyeka air matanya, istri almarhum Sumambri Efendy itu berharap putri sulungnya senantiasa dalam lindungan Tuhan.

Dea diharapkan bisa menjadi perempuan tangguh dan mandiri. ”Seperti almarhum abahnya. Sekarang, meski sudah tidak ada abahnya, saya harus bisa mendidik agar bisa menjadi kaum terdidik,” ucapnya. (ay/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#siswa #bully #Pendidikan Awards #Fadya Izzaty Faiqotuzzihny #prestasi #Terfavorit