Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Raih Empat Medali Emas Kompetisi Nasional, Arinal Haq Fauziyah: Lebih Baik Gagal daripada Menyesal Tidak Mencoba

Hera Marylia Damayanti • Senin, 22 April 2024 | 13:12 WIB
MEMBANGGAKAN: Arinal Haq Fauziyah memegang piagam penghargaan Indonesian Future Scientists Olympics di salah satu kafe di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Sabtu (20/4).
MEMBANGGAKAN: Arinal Haq Fauziyah memegang piagam penghargaan Indonesian Future Scientists Olympics di salah satu kafe di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Sabtu (20/4).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perempuan berkerudung pasmina warna cokelat itu duduk di kursi berbahan kayu di salah satu kafe di Desa Panglegur, Tlanakan, Pamekasan, Sabtu (20/4).

Lalu, dia beranjak mengajak koran ini naik ke lantai dua. ”Kita ngobrol di lantai atas saja,” ujar Arinal Haq Fauziyah.

Suasana di kafe itu sedikit ramai. Sejumlah anak muda mulai berdatangan ketika jarum jam menunjuk angka 08.30.

Cuaca begitu cerah seperti wajah mahasiswi yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional tersebut.

Arin, sapaan Arinal Haq Fauziyah, mengikuti lomba bergengsi yang diadakan Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM) pada Sabtu-Minggu (23-24/3).

Lomba ini terdiri dari sejumlah tingkatan jenjang pendidikan, mulai SD hingga perguruan tinggi.

Dia mengikuti enam jenis lomba bidang keilmuan. Yakni bahasa Inggris, bahasa Indonesia, matematika, bahasa Arab, biologi, dan ekonomi. Semua bidang keilmuan ini berhasil dilewati dengan sempurna.

Arin berhasil meraih medali emas dalam bidang bahasa Inggris, matematika, bahasa Arab, dan ekonomi.

Sementara untuk lomba bahasa Indonesia dia tertahan di 10 besar dan biologi delapan besar.

Arin mengaku tidak menyangka akan mendapatkan medali emas. Sebab, awalnya dia hanya menargetkan medali perunggu.

”Bersyukur sekali atas pencapaian ini. Saya benar-benar tidak menyangka,” tutur alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, tersebut.

Lomba ini digelar secara daring. Arin mengalami kendala saat mengerjakan soal lomba karena gangguan jaringan internet atau sering eror. Dia harus pindah-pindah tempat agar jaringan internet stabil.

Dia tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Arin ingin memiliki prestasi yang bergengsi. Apalagi, mahasiswa seangkatannya banyak yang berprestasi.

Hal itu yang mendorong perempuan asal Dusun Laodan, Desa/Kecamatan Omben, Sampang, ini untuk mengikuti kompetisi.

”Lebih baik gagal sekarang daripada menyesal karena tidak mencoba. Sebab, titik akhir pencapaian bukan bergantung pada sukses dan gagal, melainkan menghargai proses,” ungkap perempuan kelahiran 9 April 2006 ini.

Mahasiswi IAIN Madura itu juga produktif melahirkan karya literasi. Sekarang, Arin memiliki 20 karya buku antologi puisi, cerpen hingga quotes.

Minat literasi ini sudah tertanam sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

”Paling suka memang nulis puisi, dan sekarang diasah dengan mengikuti beberapa organisasi kampus,” ucap mahasiswi semester dua program studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).

Keluarga menjadi support system terbaik bagi Arin. Utamanya sang ayah, yang rela antar jemput dari Omben, Sampang, ke kampus IAIN Madura setiap harinya.

Keluarga selalu mendukung kegiatan Arin di kampus asalkan berdampak baik pada dirinya dan orang sekitar.

Selain aktif menulis, sekarang Arin menjadi duta Generasi Z Indonesia 2024. Dia bergerak memotivasi generasi Z yang mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

”Jadi, proker kita memotivasi para generasi Z agar bisa lebih semangat menjalani kehidupan. Sekarang kesehatan mental yang menjadi atensi kami,” jelas perempuan kelahiran Sampang itu. (ail/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#mahasiswi #Arin #Mencoba #generasi z #penghargaan #menghargai proses #lomba #prestasi #Arinal Haq Fauziyah