Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lora A. Sa'dud Darain: Jaga Hati Jangan Sakiti Istri

Fatmasari Margaretta • Jumat, 12 April 2024 | 23:45 WIB

LORA MUDA: Ketua Yayasan Tahfidz Karang Anyar Ponpes Nahdhatut Ta’limiyah, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Lora A. Sa’dud Darain.
LORA MUDA: Ketua Yayasan Tahfidz Karang Anyar Ponpes Nahdhatut Ta’limiyah, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Lora A. Sa’dud Darain.

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keluarga menjadi support system pertama untuk menjalani beberapa aktivitas.

Namun, tak jarang juga keluarga atau rumah tangga menjadi tantangan terbesar bagi sebagian orang untuk menjalani kehidupan di muka bumi.

Tantangan dalam perjalanan dakwah A. Sa’dud Darain harus menutup hati untuk menjaga perasaan sang istri. Hal itu menjadi salah satu ujian di dalam rumah tangganya.

Sebab, terkadang ada perempuan menelepon. Saat itulah Ra Aak tidak segan-segan untuk me-reject.

”Jadi, bukan saya tidak mau merespons, melainkan saya mau menghargai perasaan istri saya. Karena kasihan yang setiap hari bersama kita, tapi ditinggal untuk umat,” ungkap Ra Aak.

Karena itu, setiap dua pekan dia menyiapkan waktu khusus untuk mengajak jalan-jalan sang istri dan buah hati mereka.

Ra Aak menyampaikan kepada sang istri untuk harus saling percaya. Apabila sang istri percaya, dia jauh lebih percaya kepada sang istri.

Selain itu, Ra Aak bisa menjaga sang istri dan sang istri juga harus bisa menjaga suami.

Karena kepercayaan itulah Dinia Arifah Riganita tidak pernah menyentuh HP milik suami. Padahal, Ra Aak tidak pernah mendidik sang istri sampai seperti itu.

”Saya bilang ke istri, insyaallah saya tetap menjaga kamu karena Aba tidak memberi contoh ke hal-hal yang mengarah ke sana (poligami) dan sebagainya,” tutur Ra Aak.

KH Musleh Adnan pernah berdawuh ketika Ra Aak hendak menikah. Kata kiai kondang itu, apabila Ra Aak bisa menghargai perempuan, berarti bisa menghargai perempuan yang luar biasa di kehidupannya yaitu sang umi.

Sebaliknya, apabila sudah menyakiti hati sang istri, maka umi dan sang mertua juga ikut merasakan sakit itu karena perempuan peka terhadap perasaan apa pun sehingga hal itu harus dijaga.

Meskipun seperti itu, istri tetap punya rasa cemburu. Terlebih ketika berfoto bersama jemaah perempuan yang dinilai terlalu dekat.

Namun, Ra Aak tidak memperdebatkan hal itu. Dia memilih mendengarkan dan meminta maaf.

”Lelaki yang hebat adalah mereka tidak pernah menyakiti hati seorang perempuan, karena di balik kesuksesan laki-laki ada perempuan hebat yang menemani. Tapi ingat, di balik kehancuran laki-laki pasti banyak perempuan yang menemani,” katanya. (ail/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Percaya #perempuan #istri #Aktivitas #pamekasan #suami #perasaan