Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lora Idris Abdau, Putra Pengasuh Pesantren Modern Darussyahid Sampang, Bersama Alumni Bebaskan Biaya Santri

Fatmasari Margaretta • Senin, 8 April 2024 | 23:40 WIB
HARMONIS: Idris Abdau bersama istri Imroatus Zakia. (LORA IDRIS ABDAU UNTUK JPRM)
HARMONIS: Idris Abdau bersama istri Imroatus Zakia. (LORA IDRIS ABDAU UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Kesempatan menimba ilmu secara gratis di Pondok Pesantren Modern Darussyahid terbuka lebar.

Beasiswa santri di pesantren Kelurahan Rong Tengah, Kecamatan Sampang, itu terbuka bagi siapa saja yang ingin nyantri.

Kesempatan mendapat beasiswa tidak dibatasi kepada santri dengan latar belakang kurang mampu.

Semua memiliki kesempatan sama asal termasuk dalam 100 pendaftar pertama. Beasiswa ini dibuka untuk penerimaan santri baru periode 2024–2025.

Munculnya gagasan untuk menggratiskan santri dari biaya pendidikan pesantren tidak lepas dari peran Lora Idris Abdau.

Dia putra pasangan KH A. Fahrur Razi Farouq dan Nyai Hj Hasanatul Amri selaku pengasuh Pondok Pesantren Modern Darussyahid.

Ulama muda itu menggagas program ini bersama jajaran alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Darussyahid (IKADA).

Mereka berkomitmen merajut kebersamaan dalam memberikan pendidikan gratis. Terutama bagi santri yang siap menimba ilmu di pondok pesantren yang diasuh sang ayah.

Beasiswa santri berlaku sejak pertama santri masuk sampai nanti lulus dari pesantren. Bebas biaya pendidikan nonformal hingga pendidikan formal di bawah naungan pesantren.

Pesantren Darussyahid juga menaungi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Pada periode ini, pesantren juga akan mengembangkan sayapnya menambah pendidikan tahfiz Al-Qur’an.

Selain 100 pendaftar pertama, pesantren juga memiliki kepedulian tinggi terhadap anak yatim piatu. Anak yatim piatu diberi akses khusus untuk mendapatkan biasiswa santri.

”Asal mereka ikhlas menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Darussyahid, semua biaya gratis. Khusus anak yatim piatu dan yatim dan di luar 100 pendaftar pertama,” terang Lora Abda.

Alumni Pondok Pesantren Darussalam Gontor itu merasa keberatan apabila harus merogoh kocek besar untuk biaya pendidikan dan pengembangan pesantren.

Dia juga yakin, tindakan ini tidak akan membuat kekuatan ekonomi keluarga melemah. Langkah ini justru sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Bapak empat anak itu mengaku, selain fokus mengembangkan pesantren, dirinya juga terjun dalam kegiatan entreprenuer.

Menjalankan bisnis keluarga yang sampai sekarang masih terus berjalan dan berkembang. Sebagian penghasilan dari kegiatan bisnis juga disisihkan untuk pesantren.

Apalagi masih didukung oleh banyak alumni yang juga siap menyisihkan rezekinya untuk membiayai santri.

Adapun beberapa bisnis keluarga yang juga dikembangkan seperti toko perhiasan, koperasi, toko bangunan, dan minimarket.

Dari sekian unit bisnis itu, dirinya bisa menghasilkan omzet rata-rata hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.

”Sebagian penghasilan dari usaha kami memang disisihkan untuk pengembangan pesantren. Dengan demikian, pelanggan kami itu sebenarnya tidak hanya belanja. Secara tidak langsung, mereka juga membantu pesantren,” jelas alumnus Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya itu. (jun/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#ilmu #sma #program #anak yatim piatu #pesantren #smp #pendidikan #santri #beasiswa #biaya