Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Neng Vivi Butuh Puluhan Referensi, Lahirkan Buku karena Prihatin terhadap Kondisi Realitas

Fatmasari Margaretta • Jumat, 29 Maret 2024 | 17:05 WIB
PENUH KARYA: Neng Vivi Nafidzatin Nadhor menandatangani buku Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu hasil karyanya sebelum dikirim kepada pembaca. (VIVI NAFIDZATIN NADHOR UNTUK JPRM)
PENUH KARYA: Neng Vivi Nafidzatin Nadhor menandatangani buku Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu hasil karyanya sebelum dikirim kepada pembaca. (VIVI NAFIDZATIN NADHOR UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Perempuan yang sudah berkeluarga bukan berarti tidak bisa berkarya. Vivi Nafidzatin Nadhor buktinya. Perempuan kelahiran 1989 itu sudah menerbitkan tiga karya buku.

Yakni, berjudul Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu, One Minute, dan Berdamai dengan Diri yang Tidak Sempurna.

Buku Vivi Nafidzatin Nadhor yang berjudul Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu dicetak Gramedia pada Mei 2022.

Saat awal terbit, buku itu dicetak 2.000 eksemplar sebelum akhirnya dicetak ulang pada Agustus 2023.

Buku itu ditulis atas dasar keprihatinan terhadap budaya orang Madura yang cenderung menikahkan anaknya di usia dini.

Kemudian, usia pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Bahkan, ada sebagian yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Untuk melahirkan buku itu, perempuan yang biasa disapa Neng Vivi tersebut harus menghabiskan 60 referensi.

Perempuan kelahiran Brebes, Jawa Tengah, itu bersyukur karyanya itu laris di pasaran. Termasuk dua karya buku lainnya yang berjudul One Minute dan Berdamai dengan Diri yang Tidak Sempurna.

Neng Vivi juga aktif menulis buku antologi fiksi dan nonfiksi seperti Semeleh, Cerita tentang Rindu, Nikmatnya Berjuang, dan Kumpulan Dongeng Binatang. Sebagian tulisannya juga dimuat di beberapa website islami.

Salah satu yang mendasari Neng Vivi aktif menulis yaitu lingkungan. Tepatnya, sejak menikah dan tinggal bersama suaminya, KH Ahmad Amal, di Ponpes Annuqayah Latee Satu.

PRODUKTIF: Neng Vivi Nafidzatin Nadhor memperlihatkan buku karyanya di kediamannya, Pesantren Annuqayah Latee Satu, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (23/3).
PRODUKTIF: Neng Vivi Nafidzatin Nadhor memperlihatkan buku karyanya di kediamannya, Pesantren Annuqayah Latee Satu, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (23/3).

”Annnuqayah memang ponpes yang melahirkan banyak penulis, tapi penulis perempuan itu kurang,” katanya.

Sebelum melahirkan tiga karya buku, Neng Vivi biasa menuangkan karyanya di media sosial. Biasanya,  tentang perempuan dan pernikahan.

Dia mulai aktif dan serius menulis saat memiliki tiga anak. ”Kalau sekarang sudah punya empat anak,” ucap Neng Vivi.

Alumnus MTs Mathaliul Falah, Kabupaten Pati, itu juga aktif mengisi berbagai seminar online dan offline. Neng Vivi juga aktif mengajar. Yakni, menjadi guru TPQ dan dosen tamu entrepreneur.

Photo
Photo

”Termasuk mengisi ceramah di Sumenep maupun di luar kota,” tukas Neng Vivi.

Perempuan berhijab tersebut juga juga aktif di bidang digital creator, crafter, writer, dan public speaker.

Untuk mengatur semua kesibukannya, Neng Vivi biasa mencatat berbagai kegiatannya. Dengan begitu, semua tugas dan tanggung jawabnya dapat diselesaikan dengan baik.

”Perempuan juga harus bisa berkarya dan tidak boleh bergantung pada laki-laki. Intinya, tidak ada kata terlambat, terus belajar dengan banyak membaca buku,” imbuhnya. (iqb/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#perempuan #entrepeneur #realitas #pernikahan #seminar #buku #media sosial #referensi #penulis