PAMEKASAN, RadarMadura.id – Awan hitam menutupi sinar matahari. Rintik hujan menemani perjalanan menuju SMAN 1 Pamekasan di Jalan Pramuka, Kelurahan Barurambat Kota, Pamekasan. Namun, tak sampai membuat pakaian pemotor basah kuyup.
Di depan salah satu sekolah favorit itu, remaja putri berdiri menunggu kedatangan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Dia adalah Revani Febriska Irawan. Perempuan yang duduk di bangku kelas XII itu kemudian mengajak masuk ke halaman sekolahnya untuk ngobrol santai di depan ruang kerja kepala SMAN 1 Pamekasan.
Di tempat itu, Revani menceritakan perjalanannya menjadi Duta Parekraf Indonesia 2024.
Sejak kecil, ibundanya, Lisa Airani, mengenalkan Revani dengan dunia modeling. Meskipun, sempat menggeluti dunia seni pantomim.
Tetapi, lantaran ibundanya melihat bakat dan potensi lain, akhirnya Revani dikenalkan pada dunia modeling.
”Beruntung saya suka, karena memang dari kecil, selain seni pantomim, juga sering ikut lomba fashion show gitu,” katanya.
Perjalanannya di dunia modeling hingga dinobatkan sebagai Duta Parekraf Indonesia 2024 tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Revani sempat vakum dari dunia modeling lantaran ibunya melahirkan sang adik saat dirinya duduk di bangku SD.
Setelah lama vakum, ibunya kembali mendukung penuh bakatnya. Sehingga, dia harus kembali belajar berjalan di atas catwalk, public speaking, dan melatih kepercayaan dirinya.
”Memang menantang (belajar semua itu), tapi seru,” tuturnya.
Namun, tidak ada proses yang mengkhianati hasil. Revani berhasil meraih berbagai prestasi di dunia modeling sejak duduk di bangku SMP.
Prestasi yang diraih yaitu menjadi runner-up ketiga Smart Model Look Indonesia di 2018.
Remaja 18 tahun itu juga pemenang dalam pemilihan Duta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jawa Timur 2024.
Juga dinobatkan sebagai Duta Parekraf Indonesia dengan meraih posisi runner-up satu, Sabtu (24/2).
”Perasaan senang dan tidak menyangka bisa berada di titik ini. Bersyukur sekali kepada Allah SWT,” katanya.
Banyak harapan Revani terhadap mandat dan kepercayaan yang diraih dari berbagai panggung pemilihan duta.
Salah satunya bisa menjalankan berbagai program kerja (proker) yang disampaikan saat pemilihan Duta Parekraf Indonesia.
Yaitu, dengan menyajikan pariwisata kultural yang berorientasi pada destinasi wisata yang ada di Pulau Garam, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
Dia juga ingin mengajak para pemuda Pamekasan untuk peduli terhadap destinasi wisata yang dimiliki. Terutama museum daerah yang berada di utara Monumen Arek Lancor.
”Saya ingin menghidupkan kembali gairah para pemuda terhadap pariwisata yang mendidik dan juga ekonomi kreatif di sekitar wisata. Seperti di area pesisir yang tidak hanya menyajikan pantai, namun juga usaha di sektor perikanan dan kelautan,” sambung perempuan asal Perumahan Bonorogo Permai K-16, Kecamatan Pademawu, tersebut.
Dia bersyukur memiliki kedua orang tua yang senantiasa mendukung kiprahnya di dunia modeling. Apalagi, prestasi yang diraih sifatnya nonakademik.
”Tentu perjuangan saya tidak hanya sampai di sini, masih jauh. Jadi, mohon doa dan dukungannya selalu. Teman-teman yang lain juga harus semangat, usaha dan tawakal harus seimbang untuk mendapatkan apa yang diinginkan,” pungkasnya. (ail/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti