Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tuangkan Harapan dan Panjatkan Doa melalui Lukisan, Seniman Sampang Moh. Sulaiman Sanusi Pernah Ditentang Ortu

Berta SL Danafia • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 18:21 WIB
KREATIF: Moh. Sulaiman Sanusi menunjukkan kepiawaiannya dalam melukis di MTs Negeri 1 Sampang, Kamis (12/10). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
KREATIF: Moh. Sulaiman Sanusi menunjukkan kepiawaiannya dalam melukis di MTs Negeri 1 Sampang, Kamis (12/10). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.idSeniman selalu memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan diri. Setiap hal yang dijumpai dan dirasakan seniman bisa dituangkan menjadi karya seni. Seperti halnya Moh. Sulaiman Sanusi yang mengekspresikan doa dalam karya seninya.

Seniman dengan nama panggung Sanusi Kaconk itu gemar melukis sejak kanak-kanak. Dia konsisten dengan bidang yang ditekuni hingga saat ini berusia 29 tahun. Karena keinginan menjadi seniman terpatri di sanubarinya.

Bagi Sanusi, melukis tidak hanya menjadi sarana menggambarkan emosi dan perasaan. Tetapi, juga menjadi sarana untuk menuangkan harapan dan doa yang diharapkan menjadi kenyataan.

”Umumnya seseorang berdoa itu disampaikan dengan bahasa lisan. Tetapi, saya merasa bisa berdoa melalui lukisan lewat bahasa simbol,” ucapnya.

Keinginan Sanusi untuk menjadi seniman sempat ditentang orang tuanya. Karena orang tua lebih menginginkan alumnus Universitas Negeri Malang itu menjadi anggota militer.

Sehingga, banyak dinamika yang harus dihadapi demi bisa mewujudkan keinginannya menjadi seniman.

Namun seiring berjalannya waktu, orang tua akhirnya mendukung. Karena, Sanusi berhasil membuktikan kemampuannya dengan prestasi.

Yaitu, dengan mengikuti event pameran dan perlombaan seni. Selain itu, lukisannya juga ada yang laku hingga puluhan juta ke kolektor.

Suami Aprilia Puspita Sari itu mengaku ingin terus menghidupkan kesenian melukis di kota kelahirannya. Yaitu, dengan menularkan kemampuannya itu kepada generasi muda.

Cara yang dilakukan tidak hanya di bangku sekolah, melainkan juga latihan nonformal yang dilaksanakan di kediamannya.

Sanusi telah membentuk sanggar Sanusi Kaconk Art Studio untuk tempat belajar melukis. Kini kesibukan sehari-hari tidak lepas dari kegiatan berkesenian.

Selain itu, warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang itu juga aktif mengajar di MTs Negeri 1 Sampang.

”Makin banyak siswa atau anak yang mau belajar melukis, makin menambah semangat saya untuk melukis. Selain mengajar di sekolah, saya juga punya sanggar kesenian melukis.” tutur alumnus MAN Sampang tersebut.

Bapak satu anak itu juga berharap karyanya kelak bisa dinikmati putrinya. Itulah alasan mengapa tidak semua karya lukisnya dijual. Dirinya ingin kelak keturunannya bisa menyaksikan langsung karya-karya lukis yang dibuatnya.

Pria kelahiran 1994 itu mengaku, tatanan kehidupan di sekitarnya memengaruhi karya lukisan yang diciptakan. Itulah alasan mengapa dirinya sering melukis sapi. Karena Kabupaten Sampang, Madura, kental dengan budaya karapan sapi.

”Kalau teman-teman pelukis lain itu memang sudah mengenal saya sebagai pelukis sapi,” katanya. (jun/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#seniman #sampang #lukis #doa #karya seni #lukisan #harapan #radar madura #melukis