Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Afan dan Mutia, Murid Berprestasi Latihan Dua Pekan, Jadi Juara 1 Pantomim Tingkat Nasional

Abdul Basri • Minggu, 27 Agustus 2023 | 23:00 WIB

 

 

MEMBANGGAKAN: Mutia Firia dan Abrisam Aflah Fauzi khusyuk menyimak pertanyaan presenter di ruang studio SMPN 1 Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
MEMBANGGAKAN: Mutia Firia dan Abrisam Aflah Fauzi khusyuk menyimak pertanyaan presenter di ruang studio SMPN 1 Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

Usia Abrisam Aflah Fauzi dan Mutia Fitri memang masih sangat muda. Namun, capaian prestasinya benar-benar membanggakan. Itu setelah mereka dinobatkan sebagai juara lomba pantomim tingkat nasional.

ZEINAL ABIDIN, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

JIKA diamati sekilas, cara bicara Abrisam Aflah Fauzi dan Mutia Fitri terkesan sangat hati-hati saat berbincang dengan orang yang baru dikenal. Itu terlihat saat keduanya bercengkerama dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di ruang studio SMPN 1 Bangkalan Jumat (25/8). Padahal, mereka juara lomba pantomim tingkat nasional.

Pemandangan itu sangat wajar. Selain karena baru saling kenal, siapa pun akan memerlukan waktu untuk lebih dekat satu sama lain. Apalagi, Afan –sapaan akrab Abrisam Aflah Fauzi– dan Mutia –panggilan kesayangan Mutia Fitri– masih anak-anak. Butuh waktu untuk beradaptasi dengan orang baru.

Hal itu wajar. Sebab, mereka masih anak-anak dan belum terbiasa tampil di depan banyak orang. Namun, dua murid SMPN 1 Bangkalan itu mahir di bidang seni pantomim. Keduanya pernah menyabet prestasi di tingkat kabupaten, regional, hingga nasional.

Afan saat ini sedang duduk di bangku kelas IX. Sosok yang lemah lembut dan murah senyum. Dia memiliki hobi bermain musik. Salah satu musik yang sering dimainkan adalah gitar. Biasanya, itu dilakukan sepulang sekolah.

Afan memiliki cita-cita bekerja di salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Tepatnya menjadi pimpinan di PT Pertamina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). ”Saat dewasa nanti, saya ingin bekerja di dua perusahaan tersebut,” tuturnya.

Sementara Mutia saat ini sedang duduk di bangku kelas IX. Hobinya menggambar. Agar pengetahuannya di bidang akademik terus meningkat, dia memilih les privat seusai pulang sekolah. Dia juga rutin menghafal Al-Qur’an. Sebab, dia berkeinginan menjadi hafizah. ”Saya bercita-cita menjadi seorang dokter,” tutur perempuan yang gemar makan mi goreng itu.

Predikat juara lomba pantomim disabet keduanya setelah terpilih mewakili SMPN 1 Bangkalan dalam festival lomba seni siswa nasional (FLS2N) tingkat nasional. ”Berdasar arahan dari sekolah, kami akhirnya menekuni seni pertunjukan pantomim. Kebetulan, saat duduk di bangku SD sudah pernah menampilkan pantomim,” tutur Afan dan Mutia bersamaan.

Sebelum diutus lomba tingkat nasional, SMPN 1 Bangkalan memilih keduanya untuk mengikuti FLS2N tingkat kabupaten pada Juni lalu. Hasilnya, mereka ditetapkan sebagai juara 1. ”Selanjutnya, kami dipercaya mengikuti FLS2N tingkat provinsi. Alhamdulillah, kami dinobatkan sebagai juara 1,” ucap Afan dan Mutia penuh syukur.

Pada pertengahan Agustus, Afan dan Mutia ditetapkan sebagai delegasi Provinsi Jatim dalam ajang FLS2N tingkat nasional di Jakarta pada senin (14/8) lalu. ”Nervous karena harus tampil di depan ratusan pelajar utusan berbagai provinsi di Indonesia. Apalagi, kami hanya memiliki waktu dua pekan untuk latihan,” imbuh Mutia.

Waktu dua pekan yang dimanfaatkan Afan dan Mutia untuk Latihan tidak sia-sia. Indikasinya, audiens terpukau dengan penampilan keduanya. ”Bagi kami, kuncinya hanya satu, yaitu bagaimana gerakan yang dibawakan sejalan dengan imajinasi. Dengan begitu, pesan yang kami tunjukkan lewat gerakan tubuh dapat diterima dengan baik oleh penonton,” ulas Mutia.

Judul naskah yang dibawakan Afan dan Mutia bertajuk Penyelamat. Menceritakan tentang sebuah pertemanan. Ceritanya, dua sahabat bermain di hutan. Setiba di hutan, salah satu di antara mereka lapar. Sang sahabat lalu mencarikan mangga untuk temannya yang kelaparan. Tiba-tiba, hewan buas menyerang keduanya. Karena tidak ada pilihan, keduanya lompat ke sungai.

”Itu sekilas cerita yang kami bawakan saat tampil di FLS2N Jakarta. Alhamdulillah berhasil membawa pulang medali emas,” ucapnya.

Kepala SMPN 1 Bangkalan Hermanto bersyukur atas capaian prestasi dua muridnya tersebut. Dia sangat bangga dan bersyukur dengan raihan Afan dan Mutia. Sebab, mereka telah tampil luar biasa dan sukses meraih gelar juara. Padahal, waktu yang mereka miliki untuk latihan sangat mepet.

Hermanto berharap, prestasi yang dicapai Afan dan Mutia dapat memotivasi pelajar lainnya. Dengan demikian, murid yang lain semakin semangat mengasah kemampuan dan menoreh prestasi. ”Prestasi ini bukan sebagai penegas sekolah kami yang terbaik, tapi harus dijadikan motivasi bagi anak didik lain untuk mengukir prestasi,” tandasnya. (*/yan)

Editor : Abdul Basri
#tingkat nasional #Juara 1 Pantomim #Afan dan Mutia #murid berprestasi