Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Enam Figur Keturunan Mbah Ibrahim-Mbah Satimah Jadi Anggota DPRD

Abdul Basri • Jumat, 30 Agustus 2019 | 12:00 WIB
Enam Figur Keturunan Mbah Ibrahim-Mbah Satimah Jadi Anggota DPRD
Enam Figur Keturunan Mbah Ibrahim-Mbah Satimah Jadi Anggota DPRD

Maju sebagai politisi itu bukan perkara mudah. Apalagi jika berkompetisi dengan kerabat sendiri di daerah pemilihan (dapil) yang sama. Bahkan, ada yang berangkat daerah partai yang sama.


DAFIR FALAH, Bangkalan, RadarMadura.id


WAJAH Suyitno dan Agus Suwito hampir sama. Tinggi badan mereka juga tidak jauh beda. Sama-sama berkumis tipis-tipis.


Yang jelas membedakan keduanya yang pakaian ketika ditemui RadarMadura.id Rabu siang (28/8). Mereka sedang duduk santai di ruang pimpinan DPRD Bangkalan. Agus Suwito memakai kopiah, hem putih lengan pendek, dan celana panjang abu-abu. Sedangkan Suyitno mengenakan celana panjang cokelat dan kemeja abu-abu garis hitam lengan panjang tanpa kopiah.


Mereka merupakan saudara kandung yang sama-sama menjadi anggota dewan 2019–2024. Mereka memang tidak lahir dari  keluarga politisi. Tetapi, tidak sedikit kerabatnya yang menjadi wakil rakyat. Ungkapan tersebut sangat tepat disandangkan kepada Suyitno dan Agus Suwito. Keduanya merupakan saudara kandung.


Suyitno dan Agus Suwito mencalonkan diri dari partai yang sama, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, dari daerah pemilihan (dapil) berbeda. Suyitno maju dari dapil 2 yang meliputi Kecamatan Geger, Klampis, dan Sepulu. Sementara Agus Suwito maju dari dapil 1 yang terdiri atas Kecamatan Bangkalan, Socah, dan Arosbaya.


Bukan hanya Suyitno dan Agus Suwito anggota dewan yang punya hubungan darah. Mereka juga memiliki saudara sepupu di kantor yang sama. Yakni, Fatkurrahman, mantan Wakil Ketua DPRD Bangkalan. Kini, Ketua DPC PDIP itu didapuk sebagai wakil ketua dewan 2014–2019 mendampingi ketua DPRD sementara Muhammad Fahad dari Gerindra.


Selain itu, Suyitno dan Agus Suwito juga memiliki tiga orang keponakan sepupu yang jadi anggota dewan. Masing-masing bernama Herman Finanda (keponakan Fatkurrahman), Husni Syakur, dan Muhlas. Enam orang ini merupakan keturunan almarhum Mbah Ibrahim-Mbah Satimah. 


Selain enam orang itu, ada satu keturunan Mbah Ibrahim-Mbah Satimah yang jadi anggota DPRD Jawa Timur. Dia adalah Mahhud. Berangkat dari PDIP. Dia juga merupakan sepupu Suyitno, Agus Suwito, dan Fatkurrahman.


Ditelisik dari silsilah keluarga, Mbah Ibrahim-Mbah Satimah merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Katol Barat, Kecamatan Geger. Mereka memiliki dua belas putra dan putri. Yaitu, Sumarto, H Hasyim Asy’ari, H Musji, Hasan, H Masduqi, Ridwan, dan Maswi. Selain itu, Suliha, Sulima, Sumairah, Fatimatuzzahro, dan Bakri.


Enam anggota DPRD Bangkalan dan seorang anggota DPRD Jawa Timur di atas merupakan keturunan Mbah Ibrahim-Mbah Satimah dari lima anaknya. Yaitu, Suliha, Sulima, Sumairah, Fatimatuzzahro, dan Bakri.


Suyitno dan Agus Suwito merupakan putra Muhammad Soenarji dan Sumairah. Pasangan ini memiliki sebelas anak. Termasuk Suyitno dan Agus Suwito. Suyitno di urutan kesembilan, sedangkan Agus Suwito merupakan anak bungsu.


Fatkurrahman merupakan putra Suliha. Mahhud putra Sulima. Fatkurrahman merupakan paman Herman Finanda. Ibu Herman, Hj Ruskiyah masih saudara Fatkurrahman.


Sementara Husni Syakur dan Muhlas merupakan keponakan sepupu Suyitno, Agus Suwito, Mahhud, dan Fatkurrahman. Husni Syakur ini anaknya H Syakur. Haji Syakur putra Fatimatuzzahro.


Sementara Muhlas cucu Bakri dari anaknya yang bernama Suntir. Fatimatuzzahro dan Bakri ini masih saudara kandung Suliha, Sulima, dan Sumairah. Sama-sama putra dan putri Mbah Ibrahim-Mbah Satimah.


Suyitno mengutarakan, mayoritas keluarga besar jadi politisi. Hanya, maju dari partai politik (parpol) dan dapil yang berbeda. ”Alhamdulillah banyak yang terpilih. Nggak tahu kenapa memang keluarga banyak lari ke politik,” ujarnya.


Padahal, kata dia, almarhum sang ayah bukan seorang politisi, tetapi sebagai pendidik. Profesi terakhir ayahnya sebagai kepala SDN Katol Barat 1. ”Hanya, anak-anaknya dan keponakannya banyak terjun ke politik,” katanya.


Yang menarik dari keluarga ini mengenai partai politik kendaraan mereka. Tujuh orang ini mencalonkan diri dari tiga partai berbeda. Partai Gerindra, PDIP, dan PAN. Namun, terbanyak dari PDIP.


Perinciannya, Fatkurrahman, Husni Syakur, Suyitno, Agus Suwito merupakan politisi PDIP. Mahhud yang jadi anggota DPRD Jawa Timur juga dari PDIP. Sementara Herman Finanda dari Gerindra dan Muhlas berangkat dari PAN.


Meski masih punya hubungan darah, mereka berkompetisi secara sehat. Bahkan, dari dapil dan partai yang sama. Seperti ditunjukkan Fatkurrahman dan Suyitno. Sama-sama PDIP di dapil 2 (Geger, Klampis, dan Sepulu). Fatkurrahman nomor urut 1, Suyitno nomor 2. Di dapil ini mereka juga bersaing dengan Herman Finanda yang berangkat dari Gerindra.


Sementara Husni Syakur dan Muhlas berebut suara masyarakat di dapil 3. Meliputi Kecamatan Tanjungbumi, Kokop, dan Konang. Sedangkan Agus Suwito melaju ke parlemen dari dapil 1. Yakni meliputi Kecamatan Kota, Socah, dan Arosbaya.


Agus Suwito dan Herman Finanda merupakan pendatang baru. Sementara Fatkurrahman, Muhlas, Suyitno, dan Husni Syakur juga incumbent. ”Kepada partai dan keluarga, saya akan buktikan dengan kinerja. Saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat tentu dengan dapil yang berbeda-beda,” ucapnya.


Agus Suwito mengakui mayoritas keluarga besar memang jadi politisi. Namun, hal itu tidak serta-merta tanpa pertimbangan. Penuh keputusan keluarga dan bersyarat. Aspirasi masyarakat harus diperjuangkan.


”Pesan orang tua jadilah politisi yang bermanfaat bagi orang lain. Karena itu yang selalu disampaikan ketika orang tua masih hidup,” katanya.

Editor : Abdul Basri