Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Senang Jalani Ramadan di Tanah Kelahiran

Abdul Basri • Selasa, 29 Mei 2018 | 11:56 WIB
Penggawa Lokal Madura United Imam Bagus Kurnia
Penggawa Lokal Madura United Imam Bagus Kurnia

BANGKALAN – Tahun lalu Imam Bagus Kurnia menjalani puasa di Jogjakarta. Sebab, waktu itu dia merupakan penggawa PSS Sleman yang berlaga di Liga 2. Tahun ini Imam Bagus membela Madura United. Dia senang bisa menjalani puasa di kampung halaman.


Nama Imam Bagus Kurnia sebenarnya tidak asing di telinga pencinta sepak bola di Bangkalan. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, nama tersebut seperti hilang dari jagat sepak bola Madura.


 


Untunglah, mulai tahun ini pesepak bola asli Junok, Bangkalan, itu mulai kembali dikenal. Imam Bagus dipulangkan oleh klub kebanggaan masyarakat Madura, yakni Madura United. Dia bersyukur bisa kembali ke tanah kelahirannya tahun ini.


Sejak awal merintis karir, Bagus merupakan salah seorang penggawa andalan Perseba Bangkalan U-17. Tahun ini lebih spesial lagi, pesepak bola 23 tahun tersebut senang dapat menjalani ibadah puasa di tanah kelahiran. ”Alhamdulillah bisa puasa bareng keluarga di rumah,” ucapnya.


Bagus mengaku saat ini kondisinya tidak begitu baik. Terlihat dari suaranya yang lemah. Minggu siang (27/5) Bagus memang berobat ke dokter karena kurang enak badan. Betul, bagus didiagnosis mengalami sakit asam lambung dan gangguan pencernaan.


Namun, Bagus tetap berpuasa meski berbaring di tempat tidur seharian. ”Eman kalau enggak puasa. Ramadan ini setahun sekali,” ucap Bagus. Karena sakit, dia izin tidak latihan. Sebelumnya dia aktif mengikuti seluruh agenda skuad Laskar Sape Kerrap.


Pemain yang juga berprofesi sebagai anggota TNI AD itu tak pernah rewel soal menu berbuka puasa. Apa pun menunya, asal yang memasak orang tua, Bagus suka. ”Kalau punya penyakit asam lambung memang banyak pantangannya, tapi saya makan semuanya,” tutur dia.


”Apalagi masakan ibu, itu yang paling saya suka,” imbuh prajurit yang berdinas di Pusdikom Bandung tersebut.


Sebagai pesepak bola asli putra daerah, Bagus mengemban misi yang cukup berat. Yaitu, bisa bersaing dengan pemain berkualitas dalam tim dan mampu masuk dalam tim utama Madura United. Itu merupakan salah satu harapan Bagus yang akan terus diperjuangkan di Madura United.


”Di sini banyak pemain senior. Saya akan coba terus berikan yang terbaik untuk Madura,” ujar eks penggawa tim sepak bola PON Jawa Timur itu penuh semangat.


Editor : Abdul Basri
#ramadan #madura united