Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Binaan Lapas Kelas II-A Pamekasan Terima Bantuan Ratusan Ribu, Muhammad Hasbi: Ingin Makan Enak di Kantin

Hera Marylia Damayanti • Senin, 22 Juni 2026 | 05:20 WIB
BAHAGIA: Muhammad Hasbi berfoto dengan Kepala KPLP Lapas Kelas II-A Pamekasan Taufiqul Hidayatullah di sela-sela kegiatan di Lapas Kelas II-A Pamekasan, Sabtu (20/6). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BAHAGIA: Muhammad Hasbi berfoto dengan Kepala KPLP Lapas Kelas II-A Pamekasan Taufiqul Hidayatullah di sela-sela kegiatan di Lapas Kelas II-A Pamekasan, Sabtu (20/6). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.idWarga binaan Lapas Kelas II-A Pamekasan berkumpul di halaman sekitar Blok A, Kamis (18/6) sejak sekitar pukul 15.00.

Bagi mereka, waktu berjalan begitu lambat. Terik matahari berganti langit jingga. Namun, tak satu pun beranjak dari tempat duduk di atas karpet biru. 

Mereka menunggu hingga kegiatan penyerahan bantuan dari Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) berakhir sekitar pukul 18.00.

Sebanyak 727 warga binaan mendapat bantuan uang tunai Rp 500 ribu, paket sembako, kasur, Al-Qur'an, dan sajadah.

Baca Juga: Ada Promo Kredit Yamaha MX King 150, Cicilan Mulai Rp 1,4 Jutaan dan DP Diskon Rp 1,5 Juta

Di antara ratusan warga binaan itu, JPRM melihat Muhammad Hasbi duduk bersila di atas karpet biru itu.

Sesekali pria 56 tahun itu mengusap wajahnya yang sudah keriput. Matanya terus mengarah ke panggung utama.

Dia dikelilingi ratusan warga binaan lain yang duduk berjejer rapi. Sebagian menyandarkan tubuh ke tiang panggung.

Sebagian lainnya sedang menikmati penampilan peserta. Sesekali dia tersenyum ketika pembicara melontarkan candaan. 

Saat kabar bantuan itu diumumkan, wajah Hasbi yang semula datar berubah semringah. Senyum tipis lepas dari bibirnya.

Bagi sebagian orang, uang Rp 500 ribu mungkin tidak terlalu besar. Namun, bagi Hasbi yang menjalani hari-harinya di balik tembok lapas, bantuan itu sangat berarti.

”Alhamdulillah, senang sekali rasanya. (Bantuan, Red) bisa untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Tangan Hasbi sesekali memainkan ujung sarung yang dikenakan. Saat ditanya akan digunakan untuk apa uang tersebut, spontan Hasbi langsung menjawab tanpa berpikir panjang.

Baca Juga: Meizu Watch M1 Resmi Meluncur, Smartwatch AMOLED dengan Bluetooth Calling Dibanderol Rp650 Ribuan

”Buat makan di sini, mau makan enak di kantin,” katanya sembari tersenyum. 

Bantuan tersebut menjadi bagian dari program sosial BIP yang juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai Rp 2 miliar bersama Lapas Kelas II-A Pamekasan.

Dana itu disiapkan untuk mendukung pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

Founder BIP Ali Zainal Abidin mengatakan, program tersebut lahir dari kepedulian terhadap masa depan para narapidana.

Menurut dia, warga binaan kerap menerima cap buruk saat kembali ke masyarakat.

”Umumnya, setiap warga binaan selalu mendapat predikat jelek ketika keluar dari sini. Karena itu, BIP ingin mengakomodasi mereka. Kami siapkan MoU dan anggaran Rp 2 miliar,” katanya.

Bidin meminta warga binaan tidak merasa rendah diri. Dia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan memperbaiki kesalahan dan memulai hidup baru.

”Jangan berpikiran kalau kalian adalah sampah masyarakat. Jangan bersedih. Dekatkan diri kepada Tuhan dan jadikan kesempatan di dalam lapas sebagai bagian dari muhasabah diri,” pesannya.

Selain bantuan langsung, BIP juga menyiapkan program BIP Farm yang akan dikerjasamakan dengan pihak lapas.

Program itu diharapkan menjadi jembatan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dan kesempatan bekerja setelah bebas.

Baca Juga: Yamaha XMAX 250 Jadi Pilihan Skutik Touring, Dibekali Fitur Canggih dan Konektivitas Smartphone

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyebut program tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata kepada warga binaan.

Dia berharap warga binaan bisa kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang lebih baik.

”Ketika nanti sudah bebas dan pulang ke masyarakat, kami ingin alumni lapas bisa bermanfaat. Sekarang ini masih mondok. Semoga mendapat pelajaran berharga dan ilmu yang manfaat,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur M. Ulin Nuha bersyukur atas bantuan tersebut.

Dia mengakui, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembinaan di lapas.

”Kami berharap BIP bisa lebih mengembangkan kegiatan ini. Pembinaan kepada warga binaan menjadi lebih baik karena kami terbatas dalam SDM dan anggaran. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan,” harapnya. (afg/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Lapas Kelas II-A Pamekasan #Yayasan Bani Insan Peduli #program BIP Farm #BIP #warga binaan