MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura
KONDISI jalan provinsi yang terletak di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, cukup memprihatinkan. Akses jalan menuju beberapa sekolah tersebut hampir rusak parah. Selain berlubang, konstruksi jalan juga tidak rata alias bergelombang.
Padahal, akses tersebut merupakan jalan satu-satunya yang digunakan masyarakat pantai utara (pantura) Pamekasan menuju beberapa lembaga pendidikan. Misalnya SMPN 1 Waru, SD Plus Muhammadiyah, Yayasan Bustanul Ulum, dan Yayasan Mambaul Ulum Waru.
Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, sejak 2020 lalu, perbaikan infrastruktur tidak bisa dikerjakan secara keseluruhan. Termasuk, akses jalan provinsi di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru. Pemerintah masih memfokuskan anggaran pada penanganan pandemi Covid-19.
Ismail menuturkan, status jalan penghubung Kecamatan Waru dengan Kecamatan Batumarmar itu memang berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Karena itu, dia berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur pada awal 2022.
”Usulan Perbaikan jalan poros tersebut tidak kunjung mendapat lampu hijau. Karena itu, Komisi III DPRD Pamekasan beberapa kali mengunjungi Pemprov Jawa Timur. Kami terus komunikasi agar bisa mendapatkan kepastian anggaran,” ucapnya.
Menurut Ismail, perbaikan jalan tersebut direncanakan dilakukan pada 2023 mendatang. Kepastian tersebut terungkap usai legislatif berkomunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur. ”Untuk pemeliharaan jalan tersebut, insyaallah akan dilakukan dalam waktu dekat,” sambungnya.
Sementara itu, Syaiful Bahri, salah seorang warga Desa Waru Barat menuturkan, akses jalan menuju beberapa sekolah tersebut sudah berkali-kali rusak. ”Perbaikan dilakukan secara tambal sulam. Yakni, menutup lubang dengan pasir dan bantu. Karena tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintasi lokasi tersebut, jalan kembali rusak,” katanya.
Menurut dia, perbaikan jalan harus dilakukan secara menyeluruh. Sehingga, tidak gampang rusak usai diperbaiki. ”Selama ini dilakukan perbaikan seadanya. Karena itu, tidak bertahan lama. Kami berharap pemerintah memberikan kepastian terkait perbaikan jalan provinsi tersebut,” pungkasnya. (*/yan) Editor : Abdul Basri