Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kerupuk Gambir Jadi Usaha Perempuan Pesisir

Abdul Basri • 2023-08-27 23:37:03

 

TURUN-TEMURUN: Juhairiah mengadonankan kerupuk gambir di warungnya di Dusun Dungendak, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Sabtu (19/8). (AYU LATIFAH/JPRM)
TURUN-TEMURUN: Juhairiah mengadonankan kerupuk gambir di warungnya di Dusun Dungendak, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Sabtu (19/8). (AYU LATIFAH/JPRM)
 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pesisir Desa/Kecamatan Pasean, Pamekasan, tidak hanya dikenal sebagai lumbung nelayan. Tetapi, juga memiliki makanan ciri khas bernama kerupuk gambir. Usaha ini diproduksi hampir seluruh istri nelayan.

Salah seorang penjual gambir itu adalah Julaiha. Dia menekuni usaha kerupuk gambir sudah 30 tahun berjalan. Hal itu dia lakukan mengisi kekosongan dan mengolah hasil tangkapan ikan suami. Dari sinilah kenapa mayoritas istri nelayan di pesisir Pasean memproduksi gambir.

”Ikan hasil tangkap suami, saya olah dengan adonan gambir ini. Sayalah yang kali pertama membuka usaha ini di Pasean,” katanya Sabtu (19/8).

Semula produksi gambir ini terbuat dari tepung sagu sebelum berubah menjadi tepung kanji. Produksi kali pertama menggunakan tungku, bukan kompor seperti saat ini. ”Pertama membuka usaha menggunakan sagu, sekarang karena sudah tidak ada lagi sagu, jadi berganti ke tepung kanji,” tambahnya.

Pengolahan kerupuk gambir ini dipanggang dengan cetakan berbentuk segi empat. Dengan campuran telor, tepung kanji, irisan ikan, terasi, santan, dan bumbu. Sekarang bervariasi, ada yang menggunakan santan dan ada yang tidak. Bahkan, sudah ada yang tidak menggunakan ikan.

Julaiha dalam satu hari mampu menghasilkan empat bal kerupuk gambir. Dalam satu bal berisi 240 lembar kerupuk. Dengan patokan harga Rp 40 ribu per satu bal. ”Produksi dari subuh hingga sore,” jelasnya.

Usaha yang dia geluti selama puluhan tahun itu sedikit membantu beban perekonomian keluarga. Dalam satu bulan dia bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 2,4 juta. ”Alhamdulillah, sampai sekarang bisa membantu dan bisa menyekolahkan anak hingga menjadi seorang guru,” ungkap Julaiha. (ay/luq)

Editor : Abdul Basri
#Perempuan Pesisir #Kerupuk Gambir #usaha #penjual gambir