Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda dengan Tiga Mindset Penting!

Hendriyanto • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 21:50 WIB
GENERASI EMAS: Anak muda mendapat kesempatan belajar literasi keuangan bersama BRI.
GENERASI EMAS: Anak muda mendapat kesempatan belajar literasi keuangan bersama BRI.

LAMPUNG, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong peningkatan literasi keuangan generasi muda agar semakin cakap mengelola penghasilan, membangun aset, serta mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan.

Upaya tersebut semakin relevan di tengah perkembangan teknologi yang membuat berbagai aktivitas transaksi dan konsumsi dapat dilakukan dengan semakin mudah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dalam kegiatan Lampung Financial Festival 2026, Minggu (6/9/2026). Ia mengatakan tantangan generasi muda saat ini bukan hanya bagaimana memperoleh penghasilan, tetapi juga bagaimana mengelolanya secara bijak di tengah kemudahan transaksi digital dan perkembangan gaya hidup.

“Di BRI, kami percaya bahwa literasi keuangan sebaiknya diberikan bahkan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri. Sehingga ketika mulai bekerja dan memperoleh penghasilan, mereka sudah memahami bagaimana mengalokasikannya, mulai dari kebutuhan, dana darurat, tabungan dan investasi, hingga lifestyle,” ujar Achmad.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Tulungagung Digeber Besok, 16 Tim Bakal Berebut Tiket Grand Final

Menurut Achmad, kebiasaan finansial yang sehat dapat dimulai dari prinsip sederhana, yakni menyisihkan sebagian pendapatan sejak awal, bukan menunggu sisa di akhir bulan.

Dengan cara tersebut, generasi muda dapat membangun kebiasaan menentukan prioritas finansial sebelum mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan konsumsi dan gaya hidup.

Achmad menambahkan, terdapat tiga bekal finansial penting yang perlu mulai dibangun generasi muda, yakni financial discipline, financial knowledge, dan financial growth mindset.

Ketiga mindset tersebut dapat menjadi fondasi bagi generasi muda dalam mengelola penghasilan sekaligus mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang.

Financial discipline dimulai dengan kemampuan mengatur pengeluaran dan menyisihkan penghasilan sejak awal, termasuk menyediakan dana darurat.

Baca Juga: Resep Tahu Aci Gejrot Kenyal dan Kuah Pedas Manis yang Bikin Lidah Terus Ingin Menyantapnya

Sementara financial knowledge mencakup pemahaman mengenai tabungan, investasi, proteksi, hingga kredit, termasuk manfaat dan risiko dari setiap keputusan keuangan yang diambil.

Adapun financial growth mindset mendorong generasi muda tidak hanya memikirkan cara memperoleh penghasilan hari ini, tetapi juga bagaimana mengelolanya untuk membangun aset dan memberikan nilai pada masa depan.

Pola pikir tersebut membuat pengelolaan keuangan tidak berhenti pada aktivitas konsumsi, tetapi diarahkan untuk membangun fondasi finansial yang lebih kuat.

“Semakin awal kita mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi, semakin panjang pula waktu yang kita miliki untuk mengembangkan aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding. Karena itu, membangun kebiasaan finansial yang baik sejak dini menjadi penting untuk mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Sejalan dengan penguatan literasi keuangan tersebut, BRI juga terus mengembangkan solusi digital yang dapat membantu generasi muda menerapkan kebiasaan finansial sehat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui BRImo yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi.

Baca Juga: KNPI Tuding Perusakan Mangrove Langgar Undang-Undang

“Teknologi jangan hanya dimanfaatkan untuk mempermudah spending. Gunakan kemudahan digital untuk membantu kita lebih disiplin dalam mengatur keuangan, menabung, berinvestasi, serta mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan,” lanjut Achmad.

Di tengah semakin luasnya pemanfaatan layanan keuangan digital, Achmad juga mengingatkan bahwa kecakapan finansial perlu dibarengi kewaspadaan terhadap berbagai modus financial scam.

Masyarakat pun dapat membiasakan prinsip “Stop, Check, Verify” dalam menghadapi potensi penipuan keuangan.

Stop berarti tidak langsung mengambil tindakan ketika dibuat panik atau tergiur oleh penipu. Check dilakukan dengan memeriksa rekening maupun transaksi melalui aplikasi resmi, sedangkan Verify berarti melakukan konfirmasi melalui kanal resmi bank apabila masih terdapat keraguan.

“Dalam menghadapi financial scam, semakin kita didesak untuk cepat mengambil keputusan, justru semakin kita perlu berhati-hati. Pengelolaan keuangan yang baik harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap risiko dan keamanan transaksi,” tambahnya.

Achmad menegaskan generasi muda tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar atau kondisi finansial yang sempurna untuk mulai mengelola keuangan dan berinvestasi. Kebiasaan yang dibangun sejak dini justru memberikan waktu lebih panjang untuk membangun aset dan memanfaatkan efek compounding.

“Tidak perlu menunggu semuanya sempurna atau memiliki penghasilan besar untuk mulai mengelola keuangan dan berinvestasi. Semakin awal kita memulai, semakin panjang pula kesempatan untuk membangun aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding. Start small, start slow, but start now!,” pungkas Achmad. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
bri Edukasi jakarta literasi keuangan