UMKM Sumut Quinn Kitchen Tembus Pasar Global, Dilirik Buyer Singapura dan Belanda

Hendriyanto • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:31 WIB
NAIK KELAS: Quinn Kitchen mengusung misi memperkenalkan kekayaan kuliner Sumatera Utara melalui produk pangan.
NAIK KELAS: Quinn Kitchen mengusung misi memperkenalkan kekayaan kuliner Sumatera Utara melalui produk pangan.

SINGAPURA, RadarMadura.id – Quinn Kitchen, UMKM kuliner asal Sumatera Utara, berhasil membawa cita rasa khas Nusantara ke pasar internasional. Berawal dari usaha rumahan, bisnis yang didirikan Rudy Yanto pada 2020 itu kini berkembang melalui ekosistem pemberdayaan BRI.

Quinn Kitchen bermula dari kegemaran Rudy meracik sambal menggunakan bahan khas Sumatera Utara, seperti cabai gunung Berastagi, andaliman, kecombrang, hingga hasil laut lokal. Sambal yang awalnya dibagikan kepada keluarga dan teman mendapat respons positif hingga mendorong Rudy memasarkannya melalui sistem pre-order.

Seiring perkembangan usaha, Quinn Kitchen mengusung misi memperkenalkan kekayaan kuliner Sumatera Utara melalui produk pangan kemasan yang modern, praktis, dan tetap mempertahankan cita rasa autentik. Rudy pun terus memperkuat bisnisnya agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Rudy telah menjadi nasabah simpanan BRI sejak 2014 melalui BRI Unit Berastagi. Dalam perkembangannya, hubungan tersebut berlanjut menjadi kemitraan bisnis melalui pemanfaatan berbagai layanan BRI, mulai dari BRImo, QRIS, mesin EDC, hingga fasilitas pembiayaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional.

"Saya merasakan bagaimana petugas BRI selalu responsif ketika dibutuhkan, memberikan solusi terhadap kebutuhan usaha, serta aktif menawarkan berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM berkembang," ujar Rudy.

Baca Juga: BRI Group Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Kelolaan Holding Ultra Mikro Capai 153 Ton

Pendampingan BRI Bantu Quinn Kitchen Naik Kelas

Perjalanan Quinn Kitchen semakin berkembang melalui pendampingan Rumah BUMN BRI Medan. Melalui berbagai program pembinaan, Quinn Kitchen memperoleh pendampingan mulai dari penyempurnaan model bisnis, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, penguatan identitas merek, hingga peningkatan kapasitas produksi.

Pendampingan tersebut mendorong Quinn Kitchen bertransformasi menjadi bisnis yang dikelola lebih profesional. Kapasitas produksi yang sebelumnya hanya puluhan botol meningkat menjadi ribuan botol, sedangkan jumlah tenaga kerja bertambah hingga sekitar 20 orang.

Aspek legalitas, kualitas produk, desain kemasan, dan strategi pemasaran juga terus diperkuat. Langkah tersebut menjadi modal penting bagi Quinn Kitchen untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Kesempatan memperluas jaringan kembali terbuka ketika Quinn Kitchen mengikuti program inkubasi Pengusaha Muda Brilian (PMB) BRI pada 2023. Dalam program tersebut, Rudy mendapatkan pendampingan dari mentor bisnis nasional, di antaranya Billy Boen dan Andy Zain, terkait pengembangan usaha, kepemimpinan, branding, dan inovasi bisnis.

Berkat kesiapan bisnis yang semakin matang, Quinn Kitchen berhasil masuk Top 4 UMKM terbaik Indonesia kategori Food & Beverage. Capaian tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi Quinn Kitchen mewakili Indonesia dalam ajang Food & Hotel Asia (FHA) Food & Beverage 2026 di Singapura.

Baca Juga: 6.249 KPM Program Keluarga Harapan dan BPNT Diduga Terlibat Judol

Dilirik Buyer Singapura dan Belanda
Keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut mulai membuka peluang bisnis baru bagi Quinn Kitchen. Produk UMKM asal Sumatera Utara itu berhasil menarik minat calon pembeli dari dua perusahaan asal Singapura dan satu perusahaan dari Belanda.

Saat ini, komunikasi dengan calon pembeli tersebut masih berlanjut melalui proses pengiriman sampel dan uji coba produk. Jika proses tersebut berjalan sesuai harapan, peluang ekspor produk Quinn Kitchen ke pasar internasional semakin terbuka.

"Kami mendapatkan buyer potensial dari Singapura dan Belanda. Saat ini kami masih dalam proses pengiriman sampel dan pembahasan lebih lanjut. Kesempatan ini menjadi langkah besar bagi Quinn Kitchen untuk membawa cita rasa khas Sumatera Utara ke pasar dunia," ungkap Rudy.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kisah Quinn Kitchen menunjukkan bagaimana ekosistem pemberdayaan dapat membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup penguatan fondasi bisnis, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, hingga pembukaan peluang menuju pasar internasional.

Baca Juga: 11 Anak Dititipkan di LPKA Blitar, 2 Sisanya di Pondok Pesantren

"BRI percaya bahwa UMKM Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kami terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga membuka akses promosi dan business matching di berbagai ajang internasional," ujar Dhanny.

Menurut Dhanny, keberhasilan Quinn Kitchen menunjukkan bahwa akses terhadap pembiayaan, pendampingan, dan pasar dapat memperbesar peluang UMKM untuk naik kelas. Perkembangan usaha juga dapat menciptakan lapangan kerja, mengangkat potensi daerah, serta memperkenalkan identitas Indonesia ke pasar global.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI akan terus memperkuat perannya dalam menciptakan value creation melalui pemberdayaan UMKM. Kisah Quinn Kitchen menjadi contoh bahwa pelaku usaha dari daerah memiliki peluang untuk membawa produk lokal menembus pasar dunia ketika mendapatkan dukungan dan akses yang tepat. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
belanda bri umkm singapura