SAMPANG, RadarMadura.id – Hotimah, warga Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang, memilih resign dari perusahaan tempatnya bekerja setelah melahirkan.
Selama berada di rumah, dia memanfaatkan waktu luang untuk berkarya. Yakni merintis usaha sewa keranjang timangan bayi.
Hotimah menyampaikan, dirinya menekuni usaha sewa timangan bayi sejak 2022.
Inisiatif itu muncul setelah resign dari perusahaan tempatnya bekerja. Sebab, saat itu dirinya baru saja melahirkan.
”Saya memulai usaha ini setelah melihat keranjang timangan di pinggir jalan,” katanya kemarin (18/7).
Keinginan Hotimah didukung oleh suami untuk memulai usaha dan merakit keranjang secara otodidak.
Karya pertama di-posting di Instagram. Tanpa disangka, langsung ada yang minat.
”Setelah di-post oleh yang nyewa dan review di story banyak yang tertarik ke keranjang saya, setelah itu semakin banyak yang nyewa,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, biaya sewa keranjang bayi bergantung ukuran. Yakni, berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.
Dia juga menyewakan timangan bayi satu paket dengan pakaian bayi seharga Rp 300 ribu. ”Itu sudah dapat satu set nampan,” ungkapnya.
Selain disewakan, perempuan 27 tahun itu juga menjual keranjang timangan bayi tersebut.
Untuk ukuran besar, dirinya mematok harga Rp 2 juta. Sedangkan untuk timangan ukuran kecil seharga Rp 1,8 juta.
”Untuk pengiriman, bisa ekspedisi dan juga lewat bus. Alhamdulillah tiap bulan ada yang membeli,” tuturnya.
Hotimah memaparkan, penyewa yang tertarik menggunakan timangan bayi tidak hanya wilayah Madura.
Dia juga melayani pelanggan dari Surabaya hingga Malang. Bahkan, ada yang ditolak karena jaraknya terlalu jauh.
”Ada juga dari Kalimantan, Aceh hingga Lampung yang ingin menyewa. Namun sementara saya tolak karena pertimbangan keamanan dan waktu,” paparnya.
Dari usaha tersebut, Hotimah bisa mendapatkan omzet Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per bulan.
”Apalagi setelah dibuat konten di media sosial. Alhamdulillah banyak yang tertarik,” pungkasnya.
Terus Upgrade Skill dan Jaga Kepercayaan Pelanggan
Saat ini usaha sewa keranjang timangan bayi tidak sulit ditemui. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hotimah agar usahanya tetap eksis.
Selain membangun kepercayaan pelanggan, warga Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, itu terus mengasah skill dalam merakit timangan bayi.
”Salah satu yang saya lakukan adalah meng-upgrade skill dan menambah inovasi sesuai tren,” katanya kemarin (18/7).
Keranjang timangan miliknya memiliki keunikan dari sisi bunga dan aksesori. Di antaranya terletak pada nama bayi yang dipasang, yang berasal dari ukiran tangannya sendiri.
Sehingga, tidak aneh jika peminatnya berasal dari Selebgram dan Tiktoker asal Madura yang terkenal.
”Alhamdulillah, seperti Anas Fikri dan Novita itu sudah pernah pakai keranjang ini,” tambahnya.
Hotimah menyampaikan, proses pembuatan keranjang timangan tidak membutuhkan waktu lama.
Dia hanya butuh waktu dua hari hingga satu minggu. Hal itu bergantung mood dirinya saat merakit.
”Kadang jika ada yang request dari customer saya bisa lakukan dengan cepat,” ungkapnya.
Menurutnya, kepuasan pelanggan adalah kebahagiaan. Tetapi yang lebih penting adalah membangun kepercayaan customer. Meski begitu, kualitas tetap dia utamakan.
”Semoga saja terus eksis dan menjangkau lebih luas pemasaran dan sewa,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri