Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Hendriyanto • Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:23 WIB
KHAS NUSANTARA: Hasil pengrajin Semarang tembus Amsterdam.
KHAS NUSANTARA: Hasil pengrajin Semarang tembus Amsterdam.

SEMARANG, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan melalui program pendampingan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat program tersebut adalah Mlatiwangi, UMKM tas serat alam asal Kota Semarang. Berdiri sejak 2017, produk Mlatiwangi kini telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga pasar internasional.

Pemilik Mlatiwangi, Yuli Muhawati, mengungkapkan bahwa usahanya bermula dari permintaan saudaranya yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Saat itu, ia diminta membuat tas mukena untuk dipasarkan di negara tersebut.

Pada awal merintis usaha, Yuli masih menjual kembali produk tas yang sudah jadi. Setelah menemukan penjahit yang sesuai, ia mulai memproduksi sendiri berbagai tas berbahan serat alam.

Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Optimistis Prospek Jangka Panjang Tetap Solid

“Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri menggunakan berbagai bahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang yang terus dikembangkan hingga sekarang,” ujar Yuli.

Seiring perkembangan usaha, Mlatiwangi menghadirkan berbagai produk yang memadukan anyaman serat alam dengan kain wastra Indonesia, seperti batik dan lurik. Dompet koin dan dompet kosmetik menjadi produk yang paling diminati karena memiliki harga terjangkau dan desain yang unik.

Dalam proses pengembangan usaha, Yuli mengenal LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Berbagai program pendampingan dan fasilitas yang diperoleh membuka peluang bagi Mlatiwangi untuk memasok produk ke toko oleh-oleh Bandeng Juwana.

Kerja sama tersebut turut mendorong peningkatan omzet usaha. Mlatiwangi juga semakin dikenal oleh pasar yang lebih luas melalui berbagai saluran pemasaran.

Saat ini, produk Mlatiwangi dipasarkan melalui galeri milik sendiri, reseller di toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, marketplace, serta berbagai pameran. Beberapa pameran yang pernah diikuti antara lain BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024.

Jangkauan pemasaran Mlatiwangi kini meliputi Semarang, Jakarta, Medan, hingga Papua. Produk mereka juga pernah menembus pasar ekspor ke Amsterdam pada 2017 dan Brunei Darussalam pada 2020.

Baca Juga: Tekuk Atlet Hongkong, Ubaid Lolos ke Perempat Final

Untuk mendukung operasional usaha, Mlatiwangi memanfaatkan berbagai layanan perbankan BRI. Layanan tersebut meliputi QRIS, mobile banking, dan tabungan.

Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM. Platform ini membantu pelaku usaha memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses UMKM naik kelas.

LinkUMKM menyediakan enam fitur utama yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Fitur tersebut meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan Mlatiwangi menjadi contoh keberhasilan UMKM dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi kunci penting dalam mengembangkan usaha.

“Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah. Kemampuan menjaga kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM. BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, serta memperluas peluang pengembangan usaha,” pungkas Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#pengrajin tas #bri #amsterdam #LinkUMKM BRI #semarang