Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Toko Batas Kota Sajikan Ruang Literasi dan Ekspresi, Ingin Bangun Budaya Baca di Kota Bahari

Amin Basiri • Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:00 WIB

 

LITERASI: Salah satu pengunjung  sedang melihat koleksi buku do Toko Batas kota
LITERASI: Salah satu pengunjung sedang melihat koleksi buku do Toko Batas kota

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Toko Batas Kota tidak hanya hadir sebagai tempat menikmati secangkir kopi.

Pemiliknya ingin menjadikan kafe tersebut sebagai ruang berpikir, meningkatkan budaya literasi, sekaligus wadah berekspresi bagi kalangan muda di Kabupaten Sampang.

Ratusan buku tersusun rapi di rak-rak yang menghiasi sudut ruangan. Sejumlah kaset pita, lukisan, hingga alat musik seperti gitar, biola, dan seruling turut memperkuat nuansa kreatif di dalamnya.

Pemilik Toko Batas Kota Ali Auroydi, mengatakan, keberadaan rak buku sengaja dihadirkan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap rendahnya budaya membaca di kalangan generasi muda.

"Setidaknya, ketika pengunjung datang dan melihat buku-buku ini, muncul ketertarikan untuk membaca," ujarnya.

Saat ini terdapat lebih dari 100 buku yang dapat dibaca secara gratis oleh pengunjung. Koleksinya beragam, mulai buku sastra, pemikiran, hingga buku-buku ilmiah.

Alee berharap keberadaan buku-buku tersebut dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kota Bahari. Karena itu, dia juga kerap mengadakan kegiatan bedah buku yang melibatkan pengunjung.

"Saya memang ingin ikut berkontribusi meningkatkan literasi pemuda di Sampang. Semua buku di sini bisa dibaca gratis,” katanya.

Menurut dia, koleksi buku tersebut merupakan miliknya dan dua rekannya. Daripada hanya tersimpan di rumah, buku-buku itu sengaja dipajang agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami pernah mengadakan bedah buku seperti Habis Gelap Terbitlah Terang. Hasil diskusinya kemudian dibagikan lagi melalui media sosial," jelasnya.

Selain sebagai ruang literasi, Toko Batas Kota juga diharapkan menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk berkarya dan memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada publik.

"Banyak teman saya yang berkecimpung di dunia kreatif, seperti pelukis, musisi, dan pegiat seni lainnya," ujarnya.

Menurut Alee, pelukis lokal sering kesulitan mencari tempat untuk memamerkan sekaligus memasarkan karya mereka. Karena itu, sebagian ruang di kafenya juga dimanfaatkan untuk menampilkan karya seni.

Hal serupa juga dirasakan para musisi. Dia menilai ruang berekspresi bagi seniman di Sampang masih terbatas sehingga membutuhkan wadah yang lebih terbuka.

"Kami ingin menghadirkan ruang ekspresi yang positif dan tetap menghormati norma agama maupun sosial,” katanya.

Melalui konsep tersebut, Alee berharap Toko Batas Kota dapat menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas generasi muda sekaligus mengubah pandangan negatif terhadap Kabupaten Sampang.

"Kalau bukan di Sampang kita menyalurkan bakat dan hobi, lalu di mana lagi?” tandasnya. (bai/han)

Editor : Amin Basiri
#batas kota #warkop #toko