Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rintis Warkop Pascalulus Kuliah: Sajikan Konsep Toko Buku, Kafe, dan Ruang Kreatif  

Amin Basiri • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:20 WIB
BERSANTAI: Pengunjung Toko Batas Kota, Sampang, sedang nongkrong di area halaman depan warkop, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, Kamis (11/6).
BERSANTAI: Pengunjung Toko Batas Kota, Sampang, sedang nongkrong di area halaman depan warkop, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, Kamis (11/6).

SAMPANG, RadarMadura.id – Beragam konsep warung kopi (warkop) bermunculan untuk menarik minat pelanggan. Salah satunya Toko Batas Kota di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, yang mengusung konsep perpaduan kafe, toko buku, dan ruang kreatif.

Lokasinya berada di pintu masuk sebelah barat Kota Bahari sehingga mudah ditemukan.

Saat Kru Jawa Pos Radar Madura berkunjung pada Kamis (11/6) malam, pemiliknya, Ali Auroydi, tampak meracik kopi pesanan pelanggan sambil sesekali menyapa pengunjung.

Pria yang akrab disapa Alee itu mengaku baru berusia 22 tahun. Meski masih muda, dia berani merintis usaha sendiri setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) pada Agustus 2024.

"Saat kuliah saya aktif sebagai videografer dan fotografer. Dari sana muncul keinginan untuk membangun usaha sendiri,” ujarnya.

Awalnya, Alee bersama seorang rekannya berencana membuka lapak kopi sederhana di trotoar. Namun, ide tersebut berkembang menjadi konsep yang lebih matang dengan memadukan unsur musik, seni, dan literasi.

"Saya dan partner punya visi yang berbeda, lalu dipadukan menjadi konsep kafe musik sekaligus ruang literasi dan seni," katanya.

Sebelum merealisasikan ide tersebut, mereka melakukan riset dengan mengunjungi sejumlah kafe di Jogjakarta dan Jakarta. Salah satu yang menginspirasi adalah Buku Akik di Jogjakarta yang menggabungkan toko buku dengan kedai kopi.

"Konsep seperti itu belum ada di Sampang, sehingga saya tertarik mengadaptasinya," ungkapnya.

Namun, di tengah perjalanan, rekannya diterima bekerja di tempat lain. Alee pun memutuskan melanjutkan usaha tersebut seorang diri dan meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai videografer serta fotografer.

Proses pembangunan dimulai pada Desember 2025. Setelah rampung, tempat itu resmi dibuka pada 28 Januari 2026 dengan nama Toko Batas Kota.

Menurut Alee, nama tersebut dipilih karena dia ingin tempat usahanya tidak hanya menjual kopi. Ke depan, Toko Batas Kota juga direncanakan menjadi ruang penjualan buku, kaset, aksesori, dan produk kreatif lainnya.

"Untuk saat ini fokusnya masih warung kopi terlebih dahulu," tuturnya.

Selama lima bulan beroperasi, Alee mengandalkan promosi melalui media sosial. Berbagai konten video, foto pelanggan, hingga penyelenggaraan acara kreatif rutin dilakukan untuk menarik pengunjung.

"Kami menyesuaikan dengan tren dunia perkopian sekarang, salah satunya lewat konten media sosial dan event-event kreatif," jelasnya.

Toko Batas Kota buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 00.00. Beragam minuman tersedia, mulai kopi tubruk susu, teh, cokelat, hingga matcha. Sementara makanan yang disajikan masih berupa camilan ringan seperti risoles dan roti maryam.

"Harganya cukup terjangkau, mulai Rp 7 ribu sampai Rp 15 ribu," pungkasnya. (bai/han)

 

 

Editor : Amin Basiri
#batas kota #sampang #warkop