Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Japamo UMKM Papua Binaan BRI Tembus Pasar Global di FHA Singapura 2026

Hendriyanto • Sabtu, 9 Mei 2026 | 18:09 WIB
BERSAING: Olahan sagu yang dikembangkan oleh Japamo, UMKM asal Jayapura, Papua berhasil menarik perhatian di FHA Singapura 2026.
BERSAING: Olahan sagu yang dikembangkan oleh Japamo, UMKM asal Jayapura, Papua berhasil menarik perhatian di FHA Singapura 2026.

JAYAPURA, RadarMadura.id – Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya tercermin dari keberhasilan Japamo, UMKM asal Jayapura, Papua, yang mengolah sagu menjadi produk pangan modern dengan daya saing internasional.

Japamo didirikan oleh Rini Eko Setiani pada 2016. Usaha tersebut lahir dari keresahan terhadap terbatasnya pilihan oleh-oleh khas Papua yang praktis, berkualitas, dan memiliki nilai tambah.

Dari keresahan tersebut, Rini melihat potensi besar sagu Papua yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk olahan modern.

“Dari sana, kami melihat bahwa sagu punya potensi besar untuk diolah lebih modern. Supaya tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, kami mencoba menghadirkannya dalam bentuk yang lebih cocok dengan selera pasar saat ini, seperti cookies dan aneka camilan kekinian,” ujar Rini.

Ia menjelaskan inovasi yang dilakukan tidak hanya pada pengolahan produk, tetapi juga pada strategi pemasaran dan pengemasan agar lebih menarik serta memiliki daya simpan lebih panjang.

Produk-produk Japamo kemudian dikembangkan menjadi camilan sehat berbasis sagu yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Baca Juga: BRI Bagikan Dividen Tunai Rp 52,1 Triliun kepada Pemegang Saham

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Dari produksi skala kecil, Japamo kini mampu mengolah ratusan kilogram tepung sagu setiap bulan.

Pemasaran produk pun terus berkembang, tidak hanya di berbagai kota di Papua seperti Jayapura, Keerom, Sentani, Wamena, Merauke, Timika, hingga Sorong, tetapi juga melalui ritel modern, marketplace, distributor, dan reseller di sejumlah kota besar lainnya.

Rini mengungkapkan perkembangan usaha Japamo tidak terlepas dari dukungan berbagai program pembinaan yang diikutinya sejak 2019, salah satunya melalui Rumah BUMN BRI Jayapura dan ajang BRI UMKM EXPO(RT).

“Melalui program tersebut, Japamo memperoleh pembekalan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan SDM, operasional, hingga strategi pemasaran. Kami menyadari bahwa untuk terus bertumbuh, kami harus belajar. Program pelatihan dari Rumah BUMN dan BRI UMKM EXPO(RT) dari BRI membantu kami memahami bagaimana meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga memanfaatkan digital marketing,” jelasnya.

Berkat pendampingan tersebut, Japamo kini telah memiliki legalitas lengkap, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Baca Juga: UMKM Binaan BRI di Kediri Raup Omzet Rp 25 Juta dari Bisnis Jamu Herbal

Kelengkapan legalitas tersebut memperkuat kredibilitas usaha sekaligus membuka peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern dan ekspor.

Langkah Japamo menuju pasar internasional semakin diperkuat melalui partisipasinya dalam ajang Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21–24 April 2026.

Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari inisiatif BRI dalam memperluas akses UMKM binaan ke dalam ekosistem perdagangan global.

“FHA 2026 membuka wawasan kami tentang pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa produk lokal seperti sagu Papua memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Respons pasar pun cukup positif. Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free, dan telah meminta katalog serta sampel untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut,” terang Rini.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan keberhasilan UMKM binaan BRI di pasar internasional menjadi bukti daya saing produk lokal Indonesia.

“Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional. Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan,” ujar Dippo.

Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pertumbuhan UMKM agar mampu berkembang tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional dengan membawa komoditas pangan lokal Indonesia ke mancanegara. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#olahan sagu #UMKM Binaan BRI #papua #BRImo #singapura