Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BRI Perluas Pemberdayaan UMKM, 43.789 Klaster Jadi Motor Ekonomi Daerah

Hendriyanto • Jumat, 24 April 2026 | 14:19 WIB
NAIK KELAS: UMKM binaan BRI melalui pembinaan klasterku hidupku.
NAIK KELAS: UMKM binaan BRI melalui pembinaan klasterku hidupku.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat sektor riil sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi inklusif. Langkah ini juga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, BRI menghadirkan program Klasterku Hidupku. Program ini mendorong kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BRI menerapkan pendekatan pemberdayaan berbasis klaster untuk memperkuat ekonomi dari level akar rumput. Melalui pengelompokan sektor dan wilayah, pelaku usaha dapat tumbuh bersama dalam ekosistem yang saling terhubung.

Pendekatan ini membuat pelaku usaha tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi. Dengan begitu, kapasitas kolektif pelaku usaha di tingkat lokal semakin kuat.

Hingga Maret 2026, BRI telah membina 43.789 klaster usaha di seluruh Indonesia. Program ini didukung sekitar 3 ribu kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi.

Baca Juga: Menjaga Kedaulatan Rupiah di Wilayah Perbatasan, BRI Resmikan Money Changer di PLBN Motaain

Sebanyak 82,39% klaster usaha berada di sektor produksi dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar sebesar 48,26%. Sementara itu, 17,61% lainnya berasal dari sektor non-produksi.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa program Klasterku Hidupku terus dikembangkan untuk mendorong UMKM naik kelas.

“Pemberdayaan berbasis komunitas cenderung lebih efektif untuk UMKM karena menyasar tidak hanya aspek finansial, tetapi juga perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif,” ujar Akhmad.

Ia menambahkan bahwa pendekatan klaster juga membuka peluang lahirnya komoditas unggulan bernilai tambah tinggi.

“Melalui skema klaster, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat koneksi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif,” ujarnya.

BRI juga memperluas akses keuangan bagi anggota klaster secara inklusif. Dari lebih dari 508 ribu anggota klaster, sekitar 87,7% telah memiliki rekening di BRI dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan.

Untuk menjaga keberlanjutan program, BRI mengintegrasikan berbagai inisiatif pemberdayaan lainnya. Hingga Maret 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Fundamental Kuat, BRI Tebar Dividen Rp 52,1 Triliun dan Targetkan Kredit Tumbuh

Selain itu, BRI mengembangkan 54 Rumah BUMN yang telah memberdayakan 559.897 pelaku UMKM. Program ini diperkuat melalui 18.218 kegiatan pelatihan yang tersebar di berbagai wilayah.

Platform LinkUMKM juga terus diperluas dan kini telah digunakan oleh 15,57 juta pengguna. Seluruh inisiatif ini dijalankan secara terpadu untuk memperkuat peran BRI sebagai agent of development dalam mendorong ekonomi kerakyatan. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#UMKM Binaan BRI #Klasterku Hidupku #UMKM Naik Kelas