JAKARTA, RadarMadura.id – Pemanfaatan lahan terbengkalai di kawasan perkotaan kini menjadi solusi nyata melalui konsep urban farming. Inisiatif ini mampu menghidupkan lahan tidak terpakai sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat kota.
Semangat tersebut dijalankan Kelompok Tani (KWT) Buaran Citra Lestari di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Mereka mengubah lahan tidur milik pemerintah daerah seluas 1.500 meter persegi menjadi kawasan pertanian urban berbasis hidroponik.
Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini menghadirkan ruang hijau produktif di tengah kota. Kawasan ini juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Ketua KWT Buaran Citra Lestari, Lydwina atau Ina, mengatakan urban farming bermula dari inisiatif warga sekitar. Mereka ingin memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif.
"Pada saat itu urban farming di kota sedang ramai. Akhirnya, di tahun 2021 mulai dibangun secara bertahap fasilitas yang terkait. Pertama kita bikin kolam ikan dulu, ada yang bioflok, ada yang konvensional. Lalu ada ruang hidroponiknya juga, hingga akhirnya diresmikan pada Desember 2022," ungkapnya.
Baca Juga: BRI Hadirkan Kemudahan Tebus Gadai Pegadaian Melalui BRImo, Dilengkapi Promo Cashback Menarik
Karena luasnya area, warga membentuk beberapa kelompok tani. Salah satunya adalah KWT Buaran Citra Lestari yang aktif mengelola kegiatan pertanian.
Seiring waktu, kegiatan urban farming terus berkembang dengan berbagai komoditas. Mereka membudidayakan sayuran seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, seledri, kacang panjang, hingga cabai rawit.
Selain tanaman, kelompok ini juga membudidayakan ikan lele dan nila dengan sistem bioflok. Hasil panen tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi dan penjualan.
Kelompok ini juga mengembangkan produk olahan dari hasil panen. Salah satu produk unggulan adalah teh bunga telang yang diolah langsung oleh anggota.
Seluruh hasil panen dan produk olahan dipasarkan ke warga sekitar. Keuntungan yang diperoleh digunakan kembali untuk operasional dan pengembangan usaha.
Perkembangan kelompok semakin pesat setelah mendapat dukungan program CSR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRInita. Program ini merupakan bagian dari inisiatif BRI Peduli.
Baca Juga: Perencanaan Pembangunan RS Dilelang, Dinkes Bangkalan Gelontorkan Anggaran Belasan Miliar
"Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga," imbuhnya.
Memasuki 2026, dukungan terus berlanjut melalui berbagai pelatihan lanjutan. Program ini juga memperkuat kapasitas kelompok dalam pengembangan usaha.
Pelatihan yang diberikan meliputi budidaya anggur hingga pengolahan pascapanen. Selain itu, anggota juga mendapat pelatihan kerajinan ecoprint dan pemasaran produk.
Program BRInita juga memberikan dukungan sarana dan prasarana. Bantuan meliputi renovasi ruang, benih ikan, media tanam, hingga kemasan produk.
Bagi Ina, keberadaan greenhouse menjadi salah satu manfaat terbesar. Fasilitas tersebut membantu meningkatkan kualitas hasil panen.
"Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan," ungkapnya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan program ini mendorong pemberdayaan perempuan. BRI menghadirkan program BRInita sebagai bagian dari dukungan terhadap kesejahteraan perempuan.
Dalam program ini, BRI Peduli menyalurkan bantuan infrastruktur seperti greenhouse. Program ini juga mengembangkan urban farming melalui metode vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.
Selain bantuan fisik, BRI memberikan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini dilakukan bersama tenaga ahli untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” tegas Dhanny.
Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah menjangkau puluhan kelompok. Program ini melibatkan ribuan peserta di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya perempuan. Selain itu, program ini turut berdampak pada lingkungan melalui produksi berbagai hasil pertanian dan pengolahan limbah. (*/dry)