KABUPATEN SUMBAWA BARAT, RadarMadura.id – Desa Manemeng menunjukkan transformasi ekonomi berbasis potensi lokal yang semakin kuat. Desa ini menjadikan nilai gotong royong sebagai fondasi dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Semangat “Marenta Barmak” atau bekerja bersama menjadi penggerak utama pembangunan desa. Nilai tersebut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Dalam keseharian, masyarakat mengimplementasikan nilai gotong royong dalam berbagai aktivitas ekonomi. Kegiatan tersebut meliputi pertanian, produksi batu bata dan batako, hingga peternakan sapi.
Kepala Desa Manemeng Jayadi menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi desa. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan buruh tani.
"Manemeng adalah desa yang homogen, mayoritasnya petani dan buruh tani. Ada yang berladang dan berternak, tetapi pekerjaan utamanya tetap di sektor pertanian,” ujarnya.
Selain sektor utama, masyarakat juga mengembangkan usaha tambahan untuk meningkatkan pendapatan. Usaha tersebut meliputi klaster peternakan, produksi batu bata, hingga usaha mikro lainnya.
Perkembangan ekonomi semakin terasa sejak desa mengikuti Program Desa BRILiaN. Program ini mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital dan penguatan usaha masyarakat.
"Sekarang masyarakat sudah mulai menggunakan BRImo, ada juga yang menjadi BRILink Agen. Layanan digital seperti ini membantu aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di desa," kata Jayadi.
BUMDes Sukses Mandiri menjadi motor penggerak ekonomi desa sejak berdiri pada 2018. Lembaga ini berperan dalam mengelola dan mengembangkan berbagai unit usaha masyarakat.
BUMDes fokus memperkuat distribusi dan pemasaran produk pangan desa. Keterlibatan dalam Program Desa BRILiaN juga meningkatkan semangat pengelola dalam mengembangkan usaha.
Di sisi lain, produksi batu bata menjadi sumber penghasilan penting bagi warga. Setiap hari, masyarakat mampu memproduksi ribuan bata yang diproses secara tradisional.
Meski masih menggunakan metode sederhana, pemasaran produk kini memanfaatkan platform digital. Langkah ini membantu memperluas jangkauan pasar.
Selain batu bata, masyarakat juga mengembangkan usaha batako. Produksi ini memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia di desa.
Sektor peternakan turut berkembang melalui kerja sama antarwarga. Kelompok ternak mengelola usaha secara kolektif untuk meningkatkan hasil produksi.
Dukungan pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), turut memperkuat pengembangan usaha peternakan. Akses pembiayaan ini membantu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa Program Desa BRILiaN menjadi strategi penguatan ekonomi desa. Program ini mengedepankan pendekatan terintegrasi dalam pemberdayaan masyarakat.
"Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI untuk mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha. Melalui pendekatan tersebut, BRI berupaya memperkuat kapasitas ekonomi desa agar lebih produktif dan berdaya saing. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan," pungkasnya.
Hingga saat ini, Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia. Program ini terus diperluas untuk mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi desa. (*/dry)
Editor : Hendriyanto