JAKARTA, RadarMadura.id – Momentum mudik Lebaran selalu identik dengan lonjakan mobilitas kendaraan di berbagai ruas jalan, khususnya jalan tol. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, kesiapan saldo kartu uang elektronik menjadi faktor penting yang sering kali luput dari perhatian pemudik.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia (BRI) pun mengimbau masyarakat agar memastikan saldo kartu elektronik BRIZZI telah mencukupi sebelum memulai perjalanan mudik Lebaran 2026.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap kelancaran perjalanan, terutama di gerbang tol yang kerap menjadi titik kemacetan.
Menurutnya, kesiapan saldo kartu elektronik sebelum perjalanan dapat mempercepat proses transaksi di gerbang tol, sehingga antrean kendaraan dapat diminimalkan.
“BRI mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan saldo BRIZZI mencukupi sebelum perjalanan dimulai. Hal ini penting agar transaksi di gerbang tol berjalan lebih cepat dan perjalanan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.
Dhanny menambahkan, penggunaan uang elektronik juga merupakan bagian dari upaya mendorong transaksi non-tunai yang lebih praktis, aman, dan efisien, khususnya di tengah tingginya mobilitas selama musim mudik.
BRI juga menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pengisian saldo BRIZZI. Salah satunya melalui aplikasi BRImo yang memungkinkan pengguna melakukan top up dengan fitur Near Field Communication (NFC).
Dengan fitur tersebut, pengguna cukup menempelkan kartu BRIZZI pada ponsel yang mendukung NFC untuk melakukan pengisian atau pembaruan saldo secara langsung.
Selain melalui aplikasi digital, masyarakat juga dapat melakukan top up melalui jaringan BRILink Agen yang tersebar luas di berbagai wilayah hingga pelosok desa.
Hingga akhir 2025, jumlah BRILink Agen tercatat telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen yang tersebar di lebih dari 66 ribu desa di seluruh Indonesia.
Keberadaan jaringan tersebut memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan perbankan secara real time, termasuk pengisian saldo uang elektronik tanpa harus datang ke kantor bank.
Tak hanya itu, pengisian saldo BRIZZI juga dapat dilakukan melalui berbagai mitra ritel dan platform digital seperti Indomaret, Alfamart, DANA, hingga Blibli.
BRIZZI sendiri merupakan kartu uang elektronik berbasis chip yang diterbitkan BRI sebagai alat pembayaran non-tunai dengan metode tap.
Kartu ini dapat digunakan untuk berbagai transaksi, mulai dari pembayaran tol, transportasi publik seperti KRL, MRT, dan LRT, hingga transaksi di merchant yang telah bekerja sama.
Seiring meningkatnya kebutuhan transaksi cashless, penggunaan BRIZZI juga terus mengalami pertumbuhan signifikan.
Sepanjang 2025, tercatat penambahan sekitar 1,51 juta kartu BRIZZI yang beredar di masyarakat, sehingga totalnya mencapai 25,22 juta kartu hingga akhir tahun.
BRI menilai tren ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital yang praktis dan efisien.
Sebagai kartu uang elektronik, BRIZZI memiliki batas saldo maksimum hingga Rp2 juta dengan akumulasi top up maksimal Rp20 juta per bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain menghadirkan kemudahan transaksi, BRI juga terus memperkuat layanan di titik-titik strategis jalur mudik, termasuk di rest area jalan tol.
Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan perbankan dengan mudah selama perjalanan.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, BRI berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (*/dry)
Editor : Hendriyanto