Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kisah Heddy Pamungkas, Pedagang Angkringan Semarang Sukses Kembangkan Usaha dengan KUR BRI

Hendriyanto • Minggu, 11 Januari 2026 | 10:31 WIB

MERAKYAT: Warga Karang Kebon Utara, Semarang menikmati aneka camilan di angkringan  binaan KUR BRI.
MERAKYAT: Warga Karang Kebon Utara, Semarang menikmati aneka camilan di angkringan binaan KUR BRI.

SEMARANG, RadarMadura.id — Kehilangan pekerjaan tidak membuat Heddy Pamungkas larut dalam keterpurukan. Warga Karang Kebon Utara, Semarang, itu justru memilih bangkit dengan membuka usaha kuliner sederhana yang kini dikenal dengan nama Angkringan Moses.

Berbekal tekad dan semangat untuk memiliki sumber penghasilan baru, Heddy memulai usaha angkringan di pinggir jalan raya. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, angkringan memiliki pasar yang luas dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Waktu itu memang lagi ramai dan menurut saya bisa untuk usaha jangka panjang. Potensinya besar, meskipun ada banyak tantangan,” ujar Heddy mengenang awal usahanya.

Tantangan utama datang dari kondisi alam dan lingkungan sekitar. Berjualan di pinggir jalan membuat usaha Heddy harus berhadapan dengan hujan, cuaca ekstrem, hingga gangguan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau hujan ya sepi, karena jualan di pinggir jalan. Kadang juga ada saja orang yang nakal dan mengganggu,” tuturnya.

Dari sisi pelanggan, jumlah pembeli pun tidak selalu stabil. Meski berada di jalur lalu lintas yang cukup ramai, tidak setiap kendaraan yang melintas berujung pada transaksi.

Baca Juga: Merintis dari Rumah, UMKM Bumbu Kemasan Iswara Food Bangkit Berkat Pemberdayaan BRI

Namun, lokasi angkringan yang berdekatan dengan sebuah hotel justru membuka peluang baru. Perlahan, pelanggan Angkringan Moses tak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga tamu hotel yang mencari kuliner malam dengan harga terjangkau.

“Perkembangannya, pelanggan baru selalu ada. Penjualan harian alhamdulillah lancar, meskipun kadang ada penurunan. Tapi masih bisa dibilang aman,” imbuhnya.

Seiring berjalannya waktu, Heddy mulai merasakan keterbatasan modal. Beberapa peralatan usaha sudah mulai usang, sementara kebutuhan untuk mempercantik lapak semakin mendesak agar mampu bersaing.

Atas saran tetangga, Heddy memberanikan diri mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Ia mengaku sempat ragu, namun proses yang ditawarkan ternyata jauh lebih mudah dari yang dibayangkan.

“Saya tahu KUR BRI dari tetangga. Prosesnya cepat sekali. Malam saya ajukan dan disurvei, besoknya ke kantor untuk tanda tangan, langsung cair,” ungkapnya.

Heddy pun menerima pembiayaan KUR sebesar Rp15 juta tanpa jaminan tambahan. Dana tersebut sepenuhnya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha Angkringan Moses.

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Prestasi SEA Games 2025, Bonus Atlet Disalurkan lewat BRI

“Saya gunakan untuk pengadaan kerupuk, nambah meja, dan mengganti perkakas yang sudah lama,” katanya.

Dampak KUR BRI pun langsung terasa. Tampilan angkringan menjadi lebih rapi, peralatan baru membuat lapak terlihat lebih menarik, dan kenyamanan pelanggan meningkat.

Perubahan tersebut turut berdampak pada peningkatan kepercayaan pelanggan, terutama tamu hotel yang melintasi lokasi usaha Heddy pada malam hari.

Bagi Heddy, KUR BRI bukan sekadar tambahan modal, melainkan penyelamat usaha kecil yang tengah dirintisnya dari nol.

“Sangat membantu, terutama untuk pedagang kecil seperti saya. Tanpa jaminan dan prosesnya cepat, tidak berbelit-belit,” ujarnya.

Karena merasakan manfaat nyata, Heddy pun aktif merekomendasikan KUR BRI kepada rekan-rekannya yang juga sedang merintis usaha kecil.

“Banyak teman-teman saya yang dulu ragu. Saya jelaskan kalau KUR itu bagus dan sangat membantu pedagang kecil,” tambahnya.

Baca Juga: Berburu Kuliner Khas Jogja Saat Libur Akhir Tahun, Gudeg hingga Angkringan Laris Manis

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa akses permodalan melalui KUR memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, memperluas usaha, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

“BRI senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah Angkringan Moses menjadi contoh nyata peran KUR dalam mendorong perekonomian masyarakat,” ujar Dhanny.

Menurutnya, pembiayaan KUR tidak hanya membantu usaha bertahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang lapangan kerja baru.

Kisah Heddy Pamungkas menjadi bukti bahwa dengan keberanian, ketekunan, dan dukungan permodalan yang tepat, usaha kecil mampu bangkit dan bertumbuh, bahkan setelah menghadapi situasi sulit seperti kehilangan pekerjaan. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#ekonomi keluarga #angkringan #semarang #KUR BRI