Perusahaan Anak BRI Group Catat Laba Rp 8,2 Triliun, Kontribusi ke Induk Capai 19,9 Persen

Hendriyanto • Dipublikasikan Senin, 8 Desember 2025 | 01:49 WIB

MAKIN MAJU: Anak usaha BRI berhasil menyumbang laba tinggi.
MAKIN MAJU: Anak usaha BRI berhasil menyumbang laba tinggi.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan kinerja solid hingga Triwulan III 2025. Sinergi antar entitas di bawah BRI Group semakin memperkuat fundamental bisnis, menjadikan perusahaan anak sebagai pilar penting dalam mendukung pertumbuhan profitabilitas dan daya saing perseroan.

Hingga akhir Triwulan III 2025, total aset Perusahaan Anak BRI tercatat tumbuh 15,0% secara tahunan (YoY) menjadi Rp244,5 triliun. Dari sisi profitabilitas, laba bersih perusahaan anak melonjak 27,6% YoY, mencapai Rp8,2 triliun.

Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, dalam Press Conference Kinerja Keuangan Triwulan III 2025, mengungkapkan bahwa sinergi perusahaan anak telah memberi kontribusi signifikan bagi kinerja grup. Perusahaan anak menyumbang 19,9% terhadap total laba konsolidasi dan 11,45% terhadap total aset konsolidasi BRI.

“Sinergi dengan perusahaan anak menjadi elemen penting yang memperkuat BRI sebagai satu kesatuan entitas. Kontribusi positif dari entitas Perusahaan Anak BRI Group membuktikan bahwa strategi integrasi dan kolaborasi antar unit bisnis berjalan semakin optimal,” ujar Agus.

Baca Juga: BRI Tanam 3.000 Pohon di Bandung, Perkuat Komitmen ESG dan Keberlanjutan Lingkungan

Saat ini BRI memiliki 10 perusahaan anak yang bergerak di berbagai lini jasa keuangan, yakni PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya Indonesia, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, dan BRI Global Financial Services. Masing-masing entitas berperan strategis dalam memperluas jangkauan layanan dan memperkuat daya saing BRI di seluruh segmen masyarakat.

BRI juga terus menjalankan transformasi berkelanjutan melalui program “BRIVolution Reignite” yang berfokus pada dua pilar utama: transformasi bisnis funding dan penguatan core business. Pendekatan ini bertujuan menjaga pertumbuhan tetap sehat sekaligus relevan dengan dinamika industri keuangan.

Tidak hanya mengoptimalkan bisnis inti, BRI juga mengembangkan sumber pertumbuhan baru atau Second Engines of Growth, khususnya melalui penguatan segmen konsumer dan layanan bullion atau bank emas.

Salah satu terobosan terbaru hadir dari Pegadaian, yang mengoperasikan lebih dari 4.000 cabang di seluruh Indonesia. Perusahaan tersebut baru saja meluncurkan super app “Tring”, sebuah platform digital yang memudahkan masyarakat membeli emas secara online. Inisiatif ini menjadi bagian dari diversifikasi bisnis BRI yang tidak hanya mendukung pertumbuhan sehat, tetapi juga memperkuat keberpihakan BRI terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat.

Baca Juga: BRI Aktifkan BCM dan BRIsat, Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Daerah Terisolir Banjir

Melalui sinergi yang semakin erat dan pengembangan inovasi lintas entitas, BRI Group optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sekaligus memperkuat posisi sebagai lembaga keuangan terkemuka yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (dry)

Editor : Hendriyanto
bri anak usaha bri BRIVolution