Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BNI Catat Kinerja Solid Kuartal III 2025, Digitalisasi dan Dana Murah Jadi Motor Pertumbuhan

Hendriyanto • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 02:21 WIB

BERKEMBANG: BNI mencatatkan trend positif pada kuartal III 2025.
BERKEMBANG: BNI mencatatkan trend positif pada kuartal III 2025.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup kuartal III 2025 dengan kinerja fundamental yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Penguatan struktur pendanaan, efisiensi biaya dana, serta akselerasi transformasi digital menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, strategi penguatan kualitas portofolio kredit dan efisiensi pendanaan yang disiplin membuat BNI tetap tangguh menghadapi volatilitas ekonomi.

“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan BNI untuk adaptif dalam menghadapi tantangan, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis di Jakarta.

BNI mencatat rasio permodalan yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,1%, termasuk Tier-1 Capital yang tetap kuat. Likuiditas juga berada di level aman dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 167,4%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 142,1%.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di kisaran 2,0%, sementara Loan at Risk (LAR) membaik ke level 10,4%. Capaian ini menunjukkan keberhasilan BNI menjaga kualitas aset melalui manajemen risiko yang kuat dan strategi ekspansi yang prudent.

Baca Juga: BNI dan Badan Bank Tanah Perkuat Kolaborasi Strategis Dorong Pembangunan Nasional

Kredit Tumbuh Sehat dan Berimbang

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, hingga akhir September 2025 total penyaluran kredit BNI tumbuh 10,5% year-on-year (YoY) menjadi Rp812,2 triliun. Pertumbuhan tersebut merata di seluruh segmen bisnis, mencerminkan portofolio kredit yang semakin sehat dan berimbang.

“Pertumbuhan kredit kini lebih seimbang di seluruh segmen, baik korporasi, menengah, maupun UMKM. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan kami dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong sektor produktif,” kata Paolo.

Kredit korporasi naik 12,4% YoY menjadi Rp450,7 triliun, ditopang pembiayaan untuk BUMN, swasta, dan institusi. Segmen menengah tumbuh 14,3%, sementara kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% YoY menjadi Rp46,3 triliun.

Sementara itu, kredit konsumer juga mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan 9,6% YoY menjadi Rp150,2 triliun, didukung pembiayaan KPR, personal loan, dan kartu kredit. Sinergi dengan anak perusahaan turut memperkuat ekosistem bisnis BNI, dengan pertumbuhan kredit usaha di level grup mencapai 15,3% YoY menjadi Rp17,4 triliun.

Untuk menjaga ketahanan keuangan, BNI terus memperkuat cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang mencapai Rp34,7 triliun hingga akhir September 2025, dengan NPL coverage ratio sebesar 222,7%.

“Kami terus memperkuat kualitas portofolio kredit dan menerapkan risk-based provisioning agar ketahanan jangka panjang tetap terjaga,” tambah Paolo.

Baca Juga: BNI Dorong Sports Tourism, 27.300 Pelari Ramaikan wondr Jakarta Running Festival 2025

Digitalisasi Perkuat CASA dan Fee Income

Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama penggerak pertumbuhan BNI. Direktur Treasury & International Banking Abu Santosa Sudradjat menjelaskan, strategi digital transaction banking yang agresif telah mendorong pertumbuhan dana murah dan fee-based income.

Hingga akhir kuartal III 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI tumbuh 21,4% YoY menjadi Rp934,3 triliun, dengan Current Account Saving Account (CASA) naik 13,3% YoY menjadi Rp613,4 triliun.

“Porsi dana murah ini memperkuat struktur pendanaan dan menekan cost of fund, menjaga profitabilitas tetap sehat,” jelas Abu.

Fee-based income BNI juga meningkat 11% YoY, menyumbang 30% dari total pendapatan non-bunga hingga akhir kuartal III 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan transaksi digital, terutama dari wondr by BNI, yang kini mencatat 10,5 juta pengguna per September 2025, naik signifikan dari 2,8 juta tahun sebelumnya.

Nilai transaksi melalui wondr by BNI mencapai Rp783 triliun dengan 866 juta transaksi sepanjang periode tersebut. Sementara platform BNIdirect untuk segmen korporasi mencatat nilai transaksi Rp8.080 triliun, tumbuh 26,7% YoY, dan volume transaksi naik 14,8% menjadi 1.061 juta transaksi.

“Strategi digital transaction banking yang agresif mendorong pertumbuhan CASA yang lebih sustain dan fee income yang konsisten. Ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan biaya dana yang lebih sehat,” ujar Abu.

BNI juga memperkuat peran sebagai pelopor keuangan berkelanjutan di Indonesia. Melalui penerbitan Sustainability Bond, BNI menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek ramah lingkungan seperti energi terbarukan dan efisiensi energi, serta proyek sosial bagi UMKM.

Direktur Risk Management BNI David Pirzada menyebut, langkah ini merupakan komitmen BNI untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

“Seluruh dana hasil penerbitan Sustainability Bond dialokasikan untuk proyek-proyek hijau yang memenuhi kriteria lingkungan. Kami ingin pembiayaan BNI berdampak ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar David.

Baca Juga: UMKM Lokal Meriahkan wondr by BNI Indonesia Masters 2025 di Medan

Hingga akhir September 2025, portofolio berkelanjutan BNI mencapai Rp192,4 triliun atau 24% dari total kredit, terdiri dari pembiayaan sosial-ekonomi dan pembiayaan hijau.

Dengan berbagai strategi tersebut, BNI berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,12 triliun hingga akhir kuartal III 2025.

“BNI akan terus memperkuat fundamental bisnis, memperluas ekosistem digital, dan menjadi motor penggerak keuangan berkelanjutan di Indonesia,” pungkas David. (dry)

Editor : Hendriyanto
#bank negara indonesia #umkm #bni