Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dorong Daya Saing UMKM, BRI Fasilitasi Sertifikasi Halal Lewat Program BRI Peduli

Hendriyanto • Sabtu, 31 Mei 2025 | 01:54 WIB

BERI PELATIHAN: BRI fasilitasi UMKM mendapatkan sertifikat halal lewat program BRI Peduli.
BERI PELATIHAN: BRI fasilitasi UMKM mendapatkan sertifikat halal lewat program BRI Peduli.

JAKARTA, RadarMadura.id – Dalam upaya berkelanjutan untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk BRI Peduli. Kali ini, BRI menyelenggarakan fasilitasi sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka pada Kamis (8/5) dan dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka di Kantor Pusat BRI serta melalui platform daring yang memungkinkan pelaku UMKM dari berbagai penjuru nusantara untuk ikut serta. Program ini bertujuan untuk mendukung UMKM dalam memenuhi ketentuan sertifikasi halal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian BRI dalam mendorong keberlanjutan usaha UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman yang sangat membutuhkan jaminan kehalalan produk sebagai nilai tambah.

Baca Juga: BRI Pastikan Layanan Prima Saat Libur Panjang Lewat 1,19 Juta AgenBRILink, 742 Ribu E-Channel, dan BRImo

“Dengan adanya sertifikasi halal, produk UMKM tidak hanya menjamin kenyamanan konsumen, tetapi juga membuka akses ke pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional,” ujar Hendy dalam keterangannya.

Sebanyak 70 UMKM dari seluruh wilayah Indonesia turut ambil bagian dalam program ini. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang usaha dan sektor, namun mayoritas merupakan pelaku usaha makanan dan minuman yang memang wajib memenuhi standar halal untuk menjangkau konsumen Muslim yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.

BRI memfasilitasi pelatihan dan pendampingan secara menyeluruh kepada para peserta. Mereka dibekali materi dasar tentang proses sertifikasi halal, termasuk pemahaman mengenai Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), dokumen pendukung, hingga proses audit dan penilaian oleh otoritas terkait.

Tak hanya itu, pendekatan yang dilakukan BRI bersifat terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pelaku usaha tidak hanya mendapatkan sertifikat semata, tetapi juga memahami bagaimana mempertahankan standar halal dalam proses produksi mereka secara konsisten.

Baca Juga: Prabowo Beli Sapi Milik Warga Kokop, Terapkan Sistem Perawatan Ketat, Kandang Setiap Hari Disemprot Disinfektan

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan lembaga dan otoritas sertifikasi halal, termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), sehingga proses fasilitasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Hendy, program ini merupakan bagian dari strategi besar BRI dalam mengakselerasi UMKM untuk naik kelas. Dengan memiliki sertifikasi halal, para pelaku usaha akan memiliki daya tawar yang lebih tinggi di pasar modern, platform e-commerce, hingga kesempatan untuk ekspor.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan di tengah persaingan yang ketat, tetapi juga tumbuh dan berkembang menjadi pemain penting dalam rantai pasok industri nasional maupun global,” imbuhnya.

Melalui program ini, BRI menunjukkan komitmen untuk tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pendampingan non-finansial yang sangat dibutuhkan pelaku usaha kecil. Sertifikasi halal menjadi salah satu aspek yang kerap diabaikan, padahal perannya sangat krusial dalam membangun kepercayaan konsumen.

Baca Juga: Pengusaha Tembakau Minta Diberlakukan Tarif Cukai Khusus

Fasilitasi ini merupakan kelanjutan dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah digagas BRI sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, BRI secara konsisten menggelar pelatihan digitalisasi UMKM, peningkatan kapasitas usaha, hingga bantuan pembiayaan usaha rakyat melalui KUR.

Lebih lanjut, BRI juga menargetkan perluasan program ini ke lebih banyak daerah dalam waktu mendatang. Dengan cakupan jaringan yang luas dan ekosistem pembinaan UMKM yang solid, BRI optimistis dapat menjangkau ribuan pelaku usaha lain yang belum tersentuh program serupa.

Para peserta program juga menyambut baik inisiatif BRI. Banyak di antaranya mengaku terbantu karena selama ini kesulitan mengakses informasi dan proses administratif untuk mendapatkan sertifikat halal. Dengan adanya pendampingan langsung, proses yang sebelumnya dianggap rumit kini menjadi lebih mudah dan terarah.

Baca Juga: Penjaminan Klaim JKN Kasus Demam Berdarah Tahun 2025 Di Jawa Timur Tertinggi Secara Nasional

BRI berharap, inisiatif ini tidak hanya membantu peserta secara individu, tetapi juga mampu mendorong budaya usaha yang bertanggung jawab, berstandar, dan memiliki daya saing. Dengan begitu, UMKM Indonesia tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga bisa tampil di panggung global.

Dengan komitmen ini, BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi UMKM dalam membangun ekonomi nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Editor : Hendriyanto
#BRI peduli #sertifikat halal #Pelaku UMKM #bri