Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Didampingi BRI, Hayanah Bangkitkan Semangat Perempuan Desa Lewat Olahan Ubi Ciremai

Hendriyanto • Senin, 12 Mei 2025 | 02:58 WIB

 

BERKAT BRI: Hayanah penggerak koperasi wanita tani di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
BERKAT BRI: Hayanah penggerak koperasi wanita tani di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN, RadarMadura.id – Dari kaki Gunung Ciremai, kisah inspiratif hadir dari sosok Hayanah (59 tahun). Ia bukan tokoh ternama, tapi keteguhannya membangun ekonomi perempuan desa lewat Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Mandiri layak menjadi panutan.

Terpukul krisis ekonomi 1998, Hayanah dan keluarga kembali dari Jakarta ke kampung halaman di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Di tengah keterbatasan, ia melihat peluang pada komoditas ubi jalar, yang menjadi titik balik kehidupannya.

Dengan semangat berbagi dan memberdayakan, pada 2009 ia mendirikan KWT Sri Mandiri bersama 20 ibu rumah tangga. Modal awal hanya iuran Rp5.000 per bulan, tapi semangat mereka tinggi. Meski banyak eksperimen produk yang gagal, mereka tak pernah menyerah.

“Ini bukan sekadar usaha, tapi jalan untuk menuntut ilmu dan membantu keluarga,” kata Hayanah.

Baca Juga: Manfaatkan LinkUMKM BRI, Produsen Minuman Ini Tingkatkan Ketrampilan dan Mampu Perluas Skala Usaha

Usaha itu kini telah menjelma jadi kekuatan ekonomi lokal. Anggota KWT bertambah menjadi lebih dari 100 orang, dan produk olahan ubi mereka telah masuk ke 1.400 gerai ritel modern di Cirebon hingga Brebes, serta toko oleh-oleh.

Tak hanya di dalam negeri, produk mereka juga mulai merambah pasar Malaysia dan Korea, meski dalam skala terbatas. Saat pandemi, mereka memperkuat pasar lokal di Jabodetabek dan Cirebon.

Kehadiran KWT tak hanya berdampak ekonomi, tapi juga sosial. Banyak perempuan yang dulunya hanya mengurus rumah kini mandiri secara finansial. “Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan punya kekuatan untuk bertahan dan berkembang,” tegas Hayanah.

BRI Bantu Modal dan Pendampingan Usaha

Perjalanan Hayanah tak lepas dari dukungan BRI. Pada 2010, ia mendapatkan pinjaman awal Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena kesulitan modal. Pinjaman itu digunakan untuk pengembangan produksi, pembelian mesin, serta perluasan rumah produksi.

Selain modal, pada 2022, KWT Sri Mandiri juga menerima bantuan peralatan produksi dari BRI Peduli, berupa mesin pengolah tepung berkapasitas 40 kg.

“Meskipun belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Hayanah.

Baca Juga: Usaha Teri Tembus Pasar Nasional, Original dan Rasa Balado Jadi Best Seller

Ia pun berpesan kepada para perempuan untuk berani melangkah ke dunia usaha. “Jika niat bekerja adalah ibadah dan demi keluarga, Insya Allah jalan akan terbuka,” tuturnya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan komitmen BRI dalam mendampingi UMKM melalui program “Klasterkuhidupku” yang tak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga menyediakan pelatihan dan pemberdayaan usaha.

“Dengan pendekatan holistik ini, kami yakin UMKM bisa naik kelas dan jadi pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Hendy.

Editor : Hendriyanto
#KWT #bri #koperasi wanita #umkm #olahan ubi