Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Manajemen Risiko Prudent, Kualitas Kredit BRI Semakin Membaik dengan Pencadangan Kuat

Hendriyanto • Jumat, 9 Mei 2025 | 01:30 WIB


MAKIN BAIK: Kualitas kredit di BRI semakin baik
MAKIN BAIK: Kualitas kredit di BRI semakin baik

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat perbaikan signifikan dalam kualitas aset dan pengelolaan risiko kredit pada Triwulan I/2025.

Hal ini ditandai dengan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) serta peningkatan rasio pencadangan risiko kredit (NPL coverage), seiring dengan strategi manajemen risiko yang efektif dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menjelaskan dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan I/2025 (30/4), rasio NPL BRI turun dari 3,11% pada Maret 2024 menjadi 2,97% per Maret 2025.

“Ini adalah hasil konsistensi kami dalam menerapkan prinsip prudent di seluruh proses kredit, termasuk di segmen mikro dan UMKM,” ujarnya.

Baca Juga: Wujudkan Lingkungan Sehat, Pamekasan Hanya Punya Lima Desa Proklim

Tak hanya itu, Loan at Risk (LAR) BRI juga turun signifikan dari 12,68% menjadi 11,12% secara tahunan. Ini menunjukkan portofolio kredit BRI makin sehat di tengah tantangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi.

Dari sisi mitigasi risiko, rasio NPL Coverage BRI mencapai 200,60%, mencerminkan kesiapan BRI dalam menghadapi potensi tekanan kualitas aset.

“Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, kami menjaga neraca tetap solid dan memberikan rasa aman bagi investor dan regulator,” jelas Mucharom.

Baca Juga: Didukung BRI, Liga Kompas U-14 2024/2025 Jadi Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Terbesar di Indonesia

Hingga akhir Maret 2025, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.373,66 triliun, tumbuh 4,97% year-on-year. Komposisi pembiayaan masih didominasi segmen UMKM yang menyumbang 81,97% atau Rp1.126,02 triliun, mempertegas peran BRI dalam mendukung ekonomi kerakyatan dan pemerataan pembangunan nasional.

Kinerja ini turut memperkuat komitmen BRI dalam mendukung visi pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya terkait penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan pengentasan kemiskinan.

Editor : Hendriyanto
#bri #NPI #kredit pinjaman #Kredit Mikro