Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Yang Spesial Nasi Mandhi dan Kebuli

Ina Herdiyana • Senin, 3 Maret 2025 | 02:09 WIB
LEZAT: Nasi mandhi, makanan khas Timur Tengah, menu spesial Herbal Chicken.
LEZAT: Nasi mandhi, makanan khas Timur Tengah, menu spesial Herbal Chicken.

SUMENEP, RadarMadura.id – Merintis usaha kuliner tidak sekadar ikut-ikutan. Sebab, daya saing di lapangan cukup besar dan ketat.

Melihat kondisi ini, Manajer Herbal Chicken Madura Faisal Amir menyuguhkan menu yang tidak biasa. Yaitu menyediakan makanan khas Timur Tengah untuk memanjakan lidah masyarakat Madura.

Menurut Faisal, strategi ini dipilih supaya rumah makan yang dikelola sejak 2024 ini berbeda dengan rumah makan pada umumnya. Sebab, di Pulau Garam, orang yang menjual makanan khas Timur Tengah masih terbilang sedikit sehingga memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan ke depan.

”Menu spesialnya nasi Arab. Ada nasi mandhi dan kebuli. Dengan dua varian lauk, yaitu ayam herbal dan kambing. Harganya beragam, mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 211 ribu. Bergantung pada porsi yang dipesan,” tutur warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, itu saat ditemui Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Kamis (13/2).

 KHAS TIMUR TENGAH: Pegawai Herbal Chicken sedang menata nasi kebuli dengan lauk daging ayam herbal, Kamis (13/2).
 KHAS TIMUR TENGAH: Pegawai Herbal Chicken sedang menata nasi kebuli dengan lauk daging ayam herbal, Kamis (13/2).

Suami Ummu Kultsum itu menyebutkan, menu spesial ini mulanya terinspirasi dari banyaknya warga keturunan Arab di Pulau Madura.

Selain itu, tingginya warga Madura yang melaksanakan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci.

Karena itu, makanan khas Arab ini menjadi salah satu obat bagi mereka yang rindu dengan cita rasa masakan Timur Tengah.

”Prosesnya cukup lama, antara 25–30 menit. Kalau tidak ingin menunggu lama, pembeli bisa melakukan pemesanan lebih dulu sehingga setelah selesai diproses tinggal mengambil,” terang ayah empat anak itu.

Selain menyediakan menu Timur Tengah, dia menggunakan rempah-rempah khusus. Sehingga dapat memberikan cita rasa yang khas, yang berbeda dengan masakan rumah makan lain.

Strategi ini dipilih untuk mempertahankan kenikmatan dan kelezatan makanan yang dijajankannya.

”Alhamdulillah sudah ada pelanggan tetap. Selain warga Madura sendiri, ada juga orang keturunan Timur Tengah. Ketika mereka rindu dengan masakan khas Arab, khusunsya nasi mandhi dan kebuli, mereka datang ke sini,” pungkasnya. (lil/luq)

 

Editor : Ina Herdiyana
#nasi mandhi #ekonomi kreatif #nasi arab #kebuli