SUMENEP, RadarMadura.id – Veri Junianto tidak menyangka usaha es teh manis yang dibuka berkembang sepesat ini.
Sekarang sudah memiliki 35 cabang DRT Tea yang tersebar di Madura. Padahal, semua bermula dari pikiran spontan.
Veri Junianto mengatakan, semula dirinya memiliki usaha bengkel. Seiring waktu, usaha tersebut kian sepi.
Sehingga, dirinya berpikir untuk menjalankan usaha lain. Tiba-tiba terlintas untuk membuka bisnis menjual es teh manis.
Karena keterbatasan modal, dia meminta bantuan ketua pembina komunitas DRT yang diikutinya selama ini.
”Karena bisnis bengkel sepi, jadinya saya berinisiatif buat jual es teh,” katanya.
Awal mula usahanya itu dibuka pada pertengahan 2023. Saat itu memiliki target pasar kalangan anak-anak sekolah.
Pertama buka di pameran UMKM di Stadion A. Yani Sumenep.
”Alhamdulillah, banyak yang suka. Mulai dari kalangan peserta didik sampai orang dewasa,” ucap pria 40 tahun itu.
Sejak saat itulah dirinya terus mengembangkan cabang usahanya.
Yang awalnya hanya di wilayah Kecamatan Kota Sumenep. Kemudian melebar ke kecamatan lain. Termasuk juga di kabupaten lain di Madura.
”Sekarang sudah ada 35 cabang usaha. Itu tersebar di wilayah Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Tapi, yang terbanyak tetap di Sumenep. Target saya se-Madura ada 100 cabang,” ujarnya.
Menurut pria asal Kecamatan Batuan itu, untuk cabang-cabang yang ada di luar Madura ada sebagian yang dikelola sesama teman-teman komunitas.
Namun, sebagian besar dikelola menggunakan para pekerja.
”Sekarang kami sudah memiliki 90 pekerja. Itu ada yang bagian pengiriman, penjualan, dan sebagainya,” imbuh Veri. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti