JAWA TIMUR, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekonomi lokal melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Salah satu cara yang dilakukan UTM adalah memberikan pendampingan dan pelatihan pada UMKM Sari Laut yang memproduksi kerupuk terung dan kerupuk blonyo di Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.
Dalam program pengabdian masyarakat, terdapat lima mahasiswa dan dosen UTM yang terlibat aktif memberikan pendampingan dan pelatihan.
Fokus pendampingan meliputi peningkatan kualitas produksi dan pemasaran produk hasil laut pada UMKM.
Hal itu untuk meningkatkan multiple revenue yang memiliki potensi besar sebagai produk lokal unggulan yang mampu bersaing di pasar bebas.
”Kami berharap UMKM kerupuk kami dapat berkembang lebih pesat, kualitas produk meningkat, dan memperluas jangkauan pasar,” ucap Sukartini, pemilik UMKM Sari Laut.
Pemasaran digital menjadi kunci utama dalam strategi baru mereka. Caranya, dengan memanfaatkan media sosial.
Misalnya seperti Instagram dan Facebook, serta platform e-commerce untuk memasarkan produknya. Sehingga, produk kerupuk terung dan blonyo kian dikenal masyarakat luar Madura.
UMKM Sari Laut juga mendapatkan pelatihan dalam membuat konten kreatif yang menarik dari tim tim pendamping UTM.
Misalnya seperti foto produk berkualitas dan strategi pemasaran berbasis influencer lokal.
Selain itu, mereka diajarkan cara mengoptimalkan penggunaan search engine optimization (SEO) agar produknya lebih mudah ditemukan melalui pencarian online.
Mahasiswa akan mendampingi UMKM Sari Laut selama tiga bulan bersama tiga dosen pendamping yang telah menyusun rancangan kegiatan sesuai keterampilan serta kebutuhan mitra.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan sektor UMKM, UTM berharap Desa Junganyar bisa menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan UMKM di Madura, khususnya di Kecamatan Socah, Bangkalan.
Program tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan masyarakat untuk terus berinovasi dan mendukung kemajuan ekonomi lokal.
Sekadar diketahui, Netty Dyah Kurniasari, Iriani Ismail, dan. Moch Wispandono berhasil menerima hibah pengabdian masyarakat LPPM UTM.
Tahun ini mereka lolos ke seleksi hibah kompetitif untuk melaksanakan pengabdian masyarakat (abdimas). (yan)
Editor : Fatmasari Margaretta